SUARA

DPRD Konawe Hearing PLN Terkait Pamadaman Listrik

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Masalah pemadaman listrik yang kerap terjadi di Konawe, akhirnya sampai ke meja wakil rakyat. DPRD Konawe memanggil pihak PLN terkait untuk memberikan klarifikasi terkait pelayanan yang tidak maksimal itu, dalam hearing yang berlangsung pada Rabu (02/11/2016).

Pada pertemuan tersebut, Ketua Komisi B DPRD Konawe, Husniah Nuhung Makati mempertanyakan beberapa hal terkait pemadaman listrik. Satu diantaranya, yakni 

mempertanyakan mengapa pemadaman yang dilakukan kerap tidak beraturan.

Menurut legislator PAN tersebut, seyogyanya pemadaman dilakukan secara teratur. “Ini yang terjadi tiap kita mau salat Magrib, lampunya mati. Sebentar menyala sebentar lagi mati. Sangat tidak beraturan,” ujarnya saat memimpin rapat.

Ia juga menyoroti tidak adanya sosialisasi terkait pemadaman. Kata dia, biasanya sosialisasi pemadaman dilakukan per rayon, sehingga masyarakat bisa tahu dan mempersiapkan diri. “Karena pemadaman yang tidak beraturan ini, peralatan rumah tangga kita yang memakai listrik ikut terganggu,” katanya.

yamaha

Menanggapi hal tersebut, Manajer PLN Rayon Unaaha, Muh. Minggus mengatakan, 

bahwa saat ini pihaknya tengah devisi daya listrik hingga 1 Mw. Hal itulah yang 

menyebabkan pemadaman menjadi takterhindarkan. Ia berjanji, dalam waktu dekat 

pemadaman tidak akan terjadi lagi. Sebab, mesin-mesin perusahaan mitra yang selama ini masih dalam tahap pemeliharaan sudah akan dioperasikan lagi.

Minggus juga memaparkan bahwa kedepannya, PLN akan mendapat tambahan daya yang akan membuat kondisi kelistrikan Konawe surplus. Pada desember mendatang, PLN Konawe akan dilakukan penambahan daya listrik sebanyak 2 Mw. Selanjutnya, pada bulan April 2017, pihaknya akan kembali melakukan penambahan daya sebesar 3 Mw.

“Dengan begitu, kondisi kelistrikan kita akan surplus. Bila ada mesin yang rusak, kita masih bisa punya daya cadangan yang tetap akan dialirkan, tanpa harus ada pemadaman,” janjinya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.