Festival Pesona Budaya Tua Buton

Dua Kecamatan di Konawe Terisolir Hingga Kini, Bantuan Sulit Masuk

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Banjir di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara mengakibatkan dua kecamatan masih terisolir hingga kini. Dampaknyapun, proses penyaluran bantuan mengalami kesulitan karena aksesnya terendam banjir.

Salah satu penyebab parahnya banjir di Konawe karena sungai terbesar di wilayah setempat, yakni Konaweha meluap hingga merendam permukiman warga termasuk sejumlah sarana publik. Hal ini juga menyebabkan dua kecamatan masih terisolir, yakni Kecamatan Latoma dan Kecamatan Asinua.

Khusus Kecamatan Asinua, sempat ada bantuan tersalurkan. Namun hanya sebagian kecil wilayah itu. Sementara daerah terendam banjir berada di Desa Asinua Jaya, Asipako, Desa Lasao, dan Kelurahan Ambondia.

Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Konawe, Andriani, menerangkan ketinggian air di dua kecamatan itu hingga menyentuh atap rumah warga atau sekitar di atas dua meter. Pihaknya juga mengaku belum ada akses menuju kawasan tersebut.

“Kemarin kakak saya kebetulan camat Latoma, berangkat bersama Kapospol dan Babinsa menuju Asinua dan Latoma, sesampainya di sana mereka melihat daerah tersebut terendam banjir hingga atap rumah. Tidak ada lagi manusia yang terlihat, masih di Kecamatan Asinua perahu katinting yang membawa mereka, pulang kembali karena mesinnya tidak sanggup hingga ke tengah Kecamatan Asinua, apalagi di Kecamatan Latoma,”jelas Andriani kepada Sultrakini.com, Selasa (11/6/2019).

Suasana di Desa Ambekairi dan Desa Ambesaua Kecamatan Latoma, Senin (10/6/2019) (Foto: Andriadi untuk Sultrakini.com)
Suasana di Desa Ambekairi dan Desa Ambesaua Kecamatan Latoma, Senin (10/6/2019) (Foto: Andriadi untuk Sultrakini.com)

Daerah terparah terdampak banjir di Kecamatan Latoma adalah Desa Ambekeri dan Desa Ambesawa. Sedangkan di Kecamatan Asinua, yaitu Desa Asinua.

“Semua desa di Kecamatan Asinua dan Kecamatan Latoma kena banjir, semua parah, mereka mencari daratan tinggi untuk mengungsi. Saat ini akses ke sana tertutup, jalur Konawe-Kolaka Timur putus total, ditambah listrik dan jaringan belum ada di wilayah tersebut, tambah sulit kita menjangkaunya,” terang Andriani.

Kendala lainnya dihadapi tim untuk menjangkau wilayah tersebut, yakni longsor di sejumlah titik.

“Sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah atau manapun yang bisa masuk ke sana. Mereka hanya bertahan hidup secara sendiri-sendiri entah bagaimana, kami belum tahu,” ucapnya.

Dirinya berharap adanya bantuan dari Basarnas untuk menjangkau kedua lokasi itu melalui jalur udara.

“Untuk menuju ke sana selain helikopter kita hanya bisa menunggu sampai hujan reda dan air surut,” tambahnya.

Laporan: Ulul Azmi
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.