Harga Beras Melonjak, Pemerintah Mesti Bangun Pabrik Penggilingan

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Kendari, belum lama ini turun ke lapangan meninjau harga sembako khususnya beras. Ditemukan, harga beras Ciliwung telah mencapai Rp11 ribu per kilogram yang sebelumnya seharga Rp9.400 per kilo.Kabid Perindagkop dan UMKM Kendari, Ida Rianti mengungkapkan, alasan pedagang menaikkan harga beras karena stok di distributor kurang. Ketika dikonfirmasi ke distributor beras di Kota Kendari, mereka mengaku mengambil beras dari Surabaya dengan jumlah yang sedikit karena harga di semua tempat juga sedang melonjak.\”Jika mereka mengambil beras yang banyak, takutnya nanti banyak tertinggal berasnya. Karena pada bulan Maret nanti ada panen, dan pada saat panen nanti akan turun harga beras juga. Jadi beli sesuai kebutuhan aja,\” terang Ida Rianti mengutip pernyataan seorang distributor beras yang ditanyai pekan lalu.Penyebab lainnya, gabah dari Kabupaten Konsel dan Konawe, dibeli langsung oleh pedagang dari Makassar dengan harga tinggi dibanding pembeli lokal Sultra. Sehingga beras Sultra banyak ke Makassar daripada dijual lokalan.Dalam hal pengolahan, pabrik penggilingam beras saat ini masih sangat minim. Satu-satunya hanya ada di Kabupaten Kolaka Timur. Sehingga beras dari dalam wilayah Sultra tidak dapat tertampung semua di penggilingan tersebut. Karenanya, kata Ida, ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah.Hasil pantauan Disperindagkop Kendari di sejumlah pasar, seperti pasar Baruga, Wuawua, Nambo, Purirano, Hypmarket, pasar Basah, Sentral Kota, dan pasar Lapulu, rata-rata harga sembako naik. Misalnya harga daging, kini Rp120 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp110 ribu. Naiknya harga daging dikarenakan stok di pasar kurang dan adanya kenaikan biaya pemotongan 10 persen yang berlaku seluruh Indonesia.Kemudian cabe rawit kecil harganya Rp100 ribu per kilogram, naik drastis dari sebelumnya Rp25 ribu. Bawang merah Rp45 ribu dari Rp30 ribu per kilogram, Bawang putih Rp30 ribu dari Rp28 ribu per kilogram. Sedangkan untuk sayur mayur ada penurunan harga.\”Muda-mudahan dalam waktu dekat ini, kami akan mengadakan operasi pasar di lapangan yang bekerjasama dengan para distributor, agar harga-harga bisa menurun, tetapi ini juga pengaruh cuaca,\” tutupnya. (C)Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.