SUARA

Hilang 50 Tahun, Tradisi Sampe'a Kembali Dipentaskan

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Ada yang menarik dalam perayaan hari ulang tahun Desa Liya Bahari Indah (LBI), Kecamatan Wangiwangi Selatan (Wangsel), Kabupaten Wakatobi yang ke 9 tahun. Sebab, dalam perayaan ini Pemerintah Desa (Pemdes) mementaskan tradisi “Sampe’a” yang konon sudah tidak lagi dilaksanakan sejak 50 tahun lalu.

Sampe’a adalah salah satu bentuk tradisi lisan dalam budaya adat Liya berupa drama yang menceritakan kisah penuh makna dan pesan yang diperankan para pemuda desa.

Acara pementasan tradisi Sampe’a ini dihadiri oleh Meantu’u (Kepala adat) Liya, KSPTN Wilayah I BTN Wakatobi, Lukman Hidayat, Kadis Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Wakatobi, Nadar, Kades LBI bersama dengan para kepala dusun LBI dan diikuti oleh ribuan masyarakat yang Liya Raya.

Dalam sambutannya Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wakatobi, Nadar mengatakan, sebagai salah satu destinasi pariwisata, Wakatobi tidak hanya dikenal secara nasional namun sudah go internasional, sehingga sangat penting agar kita semua menjaga budaya dan adat yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita.

“Mari kita jaga budayanya kita, dan hari ini saya merasah sangat senang karena dihari ulang tahun LBI ini salah satu budaya Liya yang telah tenggelam beberapa puluh tahun yang lalu kini telah kembali diperkenalkan lagi,” kata Nadar.

yamaha

Nadar berharap agar budaya Sampe’a ini bisa dikemas lebih baik lagi sehingga bisa masuk dalam kalender festival Wakatobi, sehingga setiap tahun pertunjukan seperti ini bisa kembali di selenggarakan.

Sementara itu, Kades LBI, La Musu Ali Ode juga mengungkapkan, pihaknya telah bersepakat agar pementasan Sampe’a dijadikan kegiatan tahunan, yang digelar setiap tanggal 31 Agustus, agar seluruh masyarakat Liya raya mewarikan budaya Sampe’a. Karena saat ini, banyak masyarakat yang sudah mengetahui budaya ini.

“Yang ingin mau tau apa itu Sampe’a namun belum sembat hadir hari ini maka jangan kecewa tunggu tahun depan dan kami akan undamg semua, karena kami sudah tetapkan pentasan Sampe’a sebagai iven tahunan desa LBI,” terangnya.

Selain menggelar Sampea’a Pemdes LBI, juga menggelar perlombaan footsal Umur (U) 16, baca puisi, makan kerupuk, lari kelereng, memasak, memasukan paku kedalam botol, baca Alqur’an, lomba kebersihan antar dusun, lomba bola gotong, lomba makan kerupuk dan tarik tambang.

Selain dalam rangka HUT Desa Desa Liya Bahari Indah, gelaran ini juga merupakan agenda dalam rangkaaian dalam perayaan HUT RI ke 71 di yang mulai sejak tanggal 17 Agustus hingga 31 Agustus 2016.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.