Ibu Korban Penembakan Polisi Temukan Keganjilan di Tubuh Anaknya

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Keluarga Almarhum Abdul Jalil (25) yang tewas akibat ditembak oleh aparat kepolisian, mengadukan perihal penyebab kematian sanak keluarganya itu ke Bidang Propam (Profesi dan Pengamanan) Polda Sultra, Rabu (8/6/2016).

 

Keluarga korban tidak puas dengan keterangan dari pihak kepolisian, bahwa Jalil tewas karena pendarahan akibat tertembus peluru oleh aparat, di betis kirinya.

 

Pihak keluarga menilai ada keganjilan dari kematian Jalil, setelah almarhum diringkus dikediamannya oleh tim gabungan Intel dan Buser Polresta Kendari pada Selasa (7/6/2016) sekitar pukul 00:15 Wita.

 

\”Kakak dalam keadaan sehat waktu dia ditangkap dirumah, tapi pass jenazahnya dibawa dirumah banyak bekas lebam dan ada luka tembak,\” kata Zahra (21) adik kandung korban.

 

Ibu kandung Jalil, Rahmatia (56) menuntut keadilan atas kematian anaknya tersebut. Rahma menuturkan ia mendapat kabar bahwa Jalil telah meninggal pada Selasa (7/6/2016) sekitar pukul 11:00 wita, ia mempertanyakan dikemanakan anaknya pada saat ditangkap dari pukul 00:15 wita hingga pukul 05:00 pagi.

Id Bulog

 

\”Kenapa ditubuh anak saya ada lebam-lebam?, saya yakin dia disiksa. Selain itu tidak ada surat penangkapan pada saat anak saya ditangkap,\” kata Rahma dengan nada sedih.

 

Rahma menuturkan, pada saat malam kejadian Jalil sedang duduk di depan rumah, kemudian datang polisi berpakaian preman yang bertanya apakah dia yang bernama Jalil, kemudian Jalil langsung dipelintir dan diikat lalu dibawa dengan mobil avanza. Saat penangkapan, Jalil tidak melawan.

 

\”Tidak benar itu kalau anak saya terlibat kriminal dituduh begal dan pemerkosa,\” tutur Rahmatia.

 

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Sunarto membenarkan adanya pelaporan yang dilakukan oleh keluarga korban ke Propam Polda.

 

\”Iya benar. Saat ini keluarga korban sedang melapor ke Bid Propam. Selanjutnya kasus ini akan ditindak lanjuti, yah kita dalami dulu laporannya, apa yang dilaporkan, siapa yang dilapor. Terkait apakah ada keterlibatan anggota, itu akan kita telusuri dari pemeriksaan saksi-saksi,\” pungkas Narto diruang kerjanya kepada SULTRAKINI.COM

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.