Ikut Terseret di Perselingkuhan Pejabat Diknas, ini Penjelasan Sekda Konawe

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Kasus perselingkuhan oknum Pejabat Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Konawe, Erawan Suplayuda ikut menyeret nama (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Ridwan Lamaroa. Selingkuhan Yudha (sapaan akrab Erawan Suplayuda), berinisial NH mengatakan jika Yudha mengeluarkan pernyataan, pernah memberi uang kepada Sekda Konawe. Nilai uang pun turut disebutkan, yakni Rp100 juta.

 

Mendengar ada informasi tersebut yang diberitakan SULTRAKINI.COM sebelumnya, Ridwan mengaku kaget. Ia pun buru-buru menampik. Pria yang juga menjabat Kepala Diknas Konawe itu membantah jika dirinya pernah menerima uang dari Yudha, yang merupakan bawahannya.

 

\”Rasionalnya, dari mana seorang Yudha mau dapat uang seratus juta. Apa kapasitasnya sehingga bisa dengan mudahnya mendapatkan uang tersebut,\” ujar Ridwan saat ditemui di ruang kerjanya.

 

Ia mengaku, sepeser pun tidak pernah menerima uang dari pria yang menjabat Kabid PNPTK Diknas Konawe itu. Katanya, pernyataan yang dilontarkan NH itu tidak benar dan menyesatkan opini publik.

 

\”Saya sepeser pun tidak pernah menerima uang yang dikatakan itu,\” tegasnya.

 

Pernyataan Ridwan itu diamini oleh Yudha. Ia mengaku tidak pernah mengeluarkan pernyataan itu kepada wanita selingkuhannya, NH.

 

yamaha

\”Dari mana kasian saya mau dapat uang sebanyak itu. Belum lagi dia bilang kalau saya pernah bantu Pilkada Konut. Apa kepentingan saya di sana,\” bantah Yudha saat dirinya dipanggil oleh Sekda untuk meluruskan pemberitaan sebelumnya.

 

Di hadapan Sekda Yudha bertaruh, jika ia tidak pernah mengeluarkan penyataan itu kepada NH. Kata dia, itu adalah pernyataan yang menyesatkan dan ada unsur menjatuhkan nama baik Sekda Konawe.

 

Pada kesempatan itu Yudha juga menjelaskan perihal hubungan gelapnya dengan NH. Ia menampik semua pernyataan NH, seperti yang pernah dimediakan sebelumnya. Ia mengaku tidak pernah mengajak NH nikah siri. Penyataan lain yang juga ia bantah adalah bahwa tidak ada dari keluarganya yang akan mengurus penikahannya dengan NH.

 

\”Itu juga tidak benar,\” belanya.

 

Yudha bahkan berani menantang NH. Katanya, jika memang NH merasa dirugikan atas hubungan mereka yang telah lalu, Yudha menyarankan untuk lapor ke adat.

 

\”Kita punya adat, silahkan lapor. Biar adat nanti yang menyelesaikan,\” tantangnya.

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.