Iklan Clarion

Lima Tahapan Perkembangan Psikologi Anak yang Perlu Diketahui Orang Tua

SULTRAKINI.COM:KENDARI – Pendidikan anak di lingkungan keluarga rupanya dapat menekan psikologis anak. Sewajarnya para orangtua hendaknya melatih kesabaran dan kepribadian diri, agar anak tumbuh dengan pola asuh yang baik.

 

Psikolog Rumah Sakit Jiwa Sultra, Evelyn Ridha Manalu menilai, pendidikan orangtua yang berdampak menekan psikologi anak, yakni dari segi akademis, menekankan karakter dan ketidaktahuan orangtua. Pelajaran yang berlebihan dapat mengganggu psikologi di usia anak yang belum mencukupi.

 

\”Biasanya itu tuntutan orangtua,\” katanya, Selasa (7/6/2016).

 

Selainnya kata Evelyn, orangtua yang sering mendidik anak dengan cara memukul, bisa disebabkan kasih sayang dan emosi. Namun sebenarnya, tindakan memukul seharusnya dilakukan dengan batas wajar dan diberikan pengertian alasan anak sampai dipukul orangtua.

 

\”Dipukul karena kasih sayang, dia (orangtua) akan berikan pengertian pada anak, itu cirinya,\” tambahnya.

 

Sedangkan untuk pendidikan anak, hendaknya dapat diberikan dengan mengetahui perkembangan anak melalui usia pertumbuhannya.

 

Beranjak dari teori psikologi menurut Freud, Evelyn menjelaskan, ada lima tahapan perkembangan anak yang dapat diselaraskan dengan pola pendidikan di lingkungan keluarga, yaitu tahap oral yang berlangsung di usia 18 bulan pertama anak. Tahap ini kenikmatan anak akan dipusatkan di mulut seperti yang dialami bayi.

 

Tahan anal selanjutnya terjadi diusia 1,5 tahun sampai tiga tahun. Pertumbuhan anak ditahap ini, membutuhkan ketertiban tentang anus atau fungsi pengeluaran yang terhubung ke anus. Tahap falik pada anak terjadi diusia tiga sampai enam tahun. Disaat itu, anak memusatkan minat pada perkembangan kepribadian.

 

Perkembangan terakhir terjadi ditahap laten dan tahap genital. Tahap laten terjadi diusia enam tahun sampai masa pubertas yang menekankan minat dalam hal seksual, keterampilan sosial dan intelektual. Sedangkan tahap genital terjadi di masa remaja sampai di usia selanjutnya. Tahap ini merupakan peningkatan kebangkitan seksual.

 

\”Fase yang membutuhkan ketertiban (anal) kalau tidak terpenuhi bisa jadi dia (anak) menjadi orang yang tidak bisa mengendalikan diri. Fase genital anak mulai mengenal laki-laki dan perempuan,\” jelasnya.

 

Untuk itu, menghadapi tiap fase ini, para orangtua dalam mendidik anak diperlukan kesabaran dan menemukan cara mengasuh anak dengan mengedepankan unsur kasih sayang.

 

\”Anak itu investasi masa depan, anak itu unik. Temukan cara mengasuh anak, kenali anak sendiri. Harus punya mental orangtua, kalau tidak punya kasihan di anak. Kasihan diri sendiri,\” tutupnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.