SUARA

MA Al-Muhajirin Dianaktirikan Pemkab Konawe

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Pendidikan merupakan salah satu upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sayangnya, sampai saat ini masih ada saja pembedayaan dalam peningkatan mutu pendidikan. Termasuk perhatian pemerintah kepada sekolah baik negeri maupun swasta. Padahal tujuannya sama, meningkatkan kualitas generasi bangsa.

Sebagai tempat menimba ilmu, pemerintah mestinya berperan memfasilitasi lembaga pendidikan untuk meningkatkan mutunya. Salah satunya mendapatkan sarana dan prasarana memadai.

Madrasah Alyah Al Muhajirin Desa Ahuawatu Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe, didirikan dengan tujuan mewujudkan generasi Islam yang beriman, bertaqwa dan beramal saleh.

Salah seorang guru MA Al Muhajirin, Nawir, mengungkapkan, pendidikan yang mereka tonjolkan adalah ilmu keagamaan demi pembentukan karakter siswa. Agar peserta didiknya mampu menjadi panutan masyarakat.

Metode pengajaran yang digunakan, salah satunya membuat acara mingguan seperti pembacaan surat Yasin, penyampaian dakwah kepada masyarakat, dan termasuk menyelenggarakan pesantren kilat. Agar ilmu yang didapat para siswa terutama keagamaan, lebih banyak diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

yamaha

Sayangnya, sekolah ini masih kurang diperhatikan oleh pemerintah setempat. Mulai dari sarana dan prasarana pendidikan, hingga kepada guru yang menjadi jembatan siswa mendapatkan ilmu pengetahuan di MA Al Muhajirin Ahuawatu Kabupaten Konawe.

Menurut Wakil Kepala Sekolah, Mas’ud, demi tercapainya cita-cita siswa yang beriman, bertaqwa dan beramal saleh, harus ada peran pemerintah dalam hal ini. Misalnya dengan memberikan porsi bantuan kepada sekolah swasta, karena tidak akan mampu mencapai tujuannya tanpa fasilitas memadai.

Apalagi siswa MA Al Muhajirin bukan hanya berasal dari Kabupaten Konawe, tapi juga dari berbagai wilayah di Sulawesi Tenggara. Namun pemerintah terkesan mengabaikannya.

“Meliriklah kepada kami yang swasta, supaya kami juga jangan dianaktirikan. Sementara kami ini adalah guru-guru, dan yang kami ajar ini adalah anak-anak bangsa yang akan menjadi pemimpin di masa yang akan datang. Di sekolah kami ini, jarang sekali ada bantuan bangunan. Dana-dana rutin sama sekali tidak ada dari pemerintah,“ katanya.

Para siswa pun berharap mendapatkan fasilitan pendidikan yang memadai. Apalagi berasal dari keluarga dengan ekonomi lemah, tentu tak mampu mengeluarkan biaya besar untuk bersekolah di lembaga pendidikan yang memiliki fasilitas lebih lengkap.

Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.