Mahasiswa Wakatobi Tuntut BOP Dikaji Ulang

SULTRAKINI.COM : KENDARI – Puluhan massa yang mengatasnamakan diri Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Wakatobi (Ampera), Senin (23/5/2016) mendatangi gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara. Kedatangan mahasiswa ini, untuk menolak masuknya Badan Otoritas Pariwisata (BOP) di Kabupaten Wakatobi.

 

Mahasiswa menuding masuknya BOP di daerah yang dipimpin Ir Hugua tersebut tidak akan memberi kontribusi kepada masyarakat. Apalagi program tersebut juga diyakini melangkahi wewenang pemerintah daerah.

 

\”Ini harus dijelaskan kepasa masyarakat, apalagi sudah tersiar kabar jika Presiden Joko Widodo akan segera menandatangani Kepres BOP Wakatobi,\” beber perwakilan massa Amriadi.

 

Selain itu massa Ampera juga mengingatkan Pemda Wakatobi juga harus mengàmbil sikap tegas. \”BOP Wakatobi akan menggunakan lahan sebesar 1000 hektar, belum ada kejelasan metode izin serta pertanggungjawabannya,\” tambah perwakilan massa lainnya,\” Kasirudin.

 

Sementara itu, Kadis Pariwisata Sulawesi Tenggara, Zainal Koedoes mengaku hingga saat ini belum ada komunikasi yang jelas dari pihak BOP dengan pihak provinsi. \”Saya juga kaget, kalau sudah akan keluar Kepres soal BOP Wakatobi, Kalau memang sudah akan diberlakukan pasti kami diinformasikan, tetapi hingga saat ini, itu belum ada,\” bantahnya.

 

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sultra, Yaudu Salam Ajo juga memgaku belum sepenuhnya mengetahui wacana BOP Wakatobi. \”Hingga saat ini kita belum mendapatkan informasi yang pasti soal BOP, termasuk metode pengelolaan, sehingga kita butuh informasi dan kajian hukumnya terlebih dahulu baru bisa dilaksanakan,\” pungkas politisi PKS ini.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.