SUARA

Melukis Kenangan

Menyusuri jalan yang membungkus teluk
Ombak sore menghempas sepi bersembunyi di balik kapal-kapal nelayan
Matahari berbalut awan menuruni langit landai Anoa
Deru kendaraan perkasa menaklukan angin sepoi nan sendu mengisyaratkan akan hadir kenangan
Kenangan yg akan bersemayam di atas jembatan yang mengangkangi arus Wanggu dalam teluk
Menjelma rupa kejayaan atau hanyalah kesombongan
Akankah sepoi serta ombak diam jadi kenangan, lalu merenggut nikmatnya pisang epek?

Kendari, 27 Desember 2015

yamaha

 

*Saban Umar
([email protected])

Redaksi SULTRAKINI.COM menerima kiriman karya sastra (puisi, cerpen, essai, dll) dari pembaca untuk dimuat dalam kanal Edukasi-Sastra. Setiap pekan akan dikoreksi oleh para kurator Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara serta penyair dan penulis handal Sultra. Karya dapat dikirimkan melalui email: [email protected] dengan melampirkan identitas jelas.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.