SUARA

Mustakim Terbunuh di Kantin SMA Karena Uang Rp100 Ribu?

SULTRAKINI.COM : KOLAKA – Nyawa Mustakim (18), warga Desa Latuo Kecamatan Samaturu, tak bisa diselamatkan setelah dua tusukan pisau menghujam tepat di bagian dada kiri dan perutnya, Jumat (22/01/2016).Peristiwa berdarah tersebut terjadi di Kantin SMAN 1 Samaturu, sekitar pukul 15.00 Wita. Ketika itu, korban datang di kantin milik Samsidar untuk membeli minuman dingin. Namun, selang beberapa saat kemudian, pelaku Randy dan Rahman alias Emmang, warga desa Lakuia datang menghampiri korban.”Takim (koban), posisi duduknya diantara dua pelaku setelah mengambil minuman dingin. Randy sebelah kiri dan Emmang sebelah kanan, jadi Takim duduk di tengah-tengah,” terang Samsidar pemilik kantin yang melihat langsung kejadian saat ditemui, Sabtu (23/1/2016).Namun Samsidar mengaku tidak mengetahui secara persis masalah yang memicu perkelahian ketiganya hingga berujung penikaman yang dilakukan oleh dua pelaku bersaudara tersebut.”Saya liat suaminya Wiwi (pelaku Randy.red) dia ayungkan tangannya. Dia pukul Takim baru terjatuh tidak bisa bergerak, saya tidak lihat bagaimana sampai ditikam, karena saya berteriak saja, baru langsung lari mi itu dua orang,” terangnya.Kapolsek Samaturu Ipda Muh Jafar mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan pengejaran terhadap dua pelaku pembunuhan yang telah diketahui identitasnya di hutan Desa Lakuia.”Sesaat setelah kejadian, anggota saya langsung melakukan pengejaran, karena pelaku langsung melarikan diri. Jadi menggunakan kekuatan full di lapangan, bersama masyarakat membantu melakukan pencarian,” terangnya.Selain itu, pencarian juga dibantu oleh anggota Polres Kolaka dari Satuan Sabhara dan Reskrim serta TNI, dengan berjaga di lokasi perbatasan.”Kami tetap berupaya dan berusaha maksimal, agar pelaku bisa tertangkap. Jadi saya berharap masyarakat dan keluarga membantu, mempercayakan kepada pihak kepolisian dan mendoakan, agar bagaimana pelaku bisa tertangkap,” harapnya.Sementara itu, Kades Latuo, Guntur yang juga merupakan keluarga korban, berharap pelaku bisa tertangkap dan mempertanggung jawabkan perbuatannya.”Kami minta pelaku bisa diadili dan dihukum sesuai dengan peraturan, kalau perlu diberi hukuman seberat-beratnya karena menghilangkan nyawa orang,” ujarnya.Informasi yang berhasil dihimpun SULTRAKINI.COM, ihwal peristiwa terjadi saat kedua pelaku memaksa korban untuk mengaku mengambil uang pelaku sebanyak Rp100 ribu. Atas dasar itu hingga memicu percekcokan.Terkait kabar tersebut, pihak kepolisian tak mau berspekulasi sebelum pelaku ditangkap untuk dilakukan pengembangan mengenai motif kejadian hingga pelaku tega menghabisi nyawa korban.Kontributor: Sumardin
Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.