Rusman Emba Canangkan Pembangunan Monumental Wajah Baru Raha

SULTRAKINI.COM: MUNA – Buka musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) tingkat Kecamatan, Bupati Muna, LM. Rusman Emba, canangkan pembangunan wajah baru Kota Raha, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sembilan Kecamatan turut hadir, yakni Kecamatan Katobu, Batalaiworu, Lasalepa, Lohia, Towea, Napabalano, Kontunaga, Watopute dan Kecamatan Duruka, serta stack holder terkait yang berlangsung di Aula Galampano Kantolalo. Termasuk Wakil Bupati Muna, Ir. Malik Ditu.

“Mungkin ada perdebatan kenapa harus diadakan secara serentak disini (Galampano). Sebab saya bersama Wabup (Malik Ditu) baru dilantik Jadi ini bukan musrembang biasa. Kami ingin menjelaskan visi misi yang telah terintegrasi,” kata Bupati Muna, LM. Rusman Emba, Kamis (23/03/2017).

Dijelaskannya, wajah baru Kota Raha terletak pada prioritas pembangunan infrastruktur jalan. Hal itu dilakukan dengan membangun pelebaran jalan dua jalur dari Kelurahan Motewe, Kecamatan Lasalepa menuju Kecamatan Watopute dan Jalan Jenderal Sudirman yang terletak di kawasan pertokoan Kota Raha menuju Desa Mantobua, Kecamatan Lohia dengan lebar jalanan 17 meter.

Selain itu, di bangun gedung pertemuan dua lantai di atas laut dengan kapasitas hingga 5000 orang tanpa merusak lingkungan. Perelokasian apangan sepak bola dari Kelurahan Raha I ke Kelurahan Motewe.

Sektor pariwisata juga tidak luput dari wajah baru Kota Raha melalui masuknya investor untuk membangun sejumlah infrastruktur permukiman dan industri kreatif. Disisi lain direncanakan pembangun pusat keramaian, seperti kawasan joging track dan rumah adat di pusat Kota Raha, Kabupaten Muna.

“Kami memiliki program yang telah masuk APBD (Anggaran Pembangunan Belanja Daerah) perubahan tahun 2017. perencanaanya (desain) telah selesai dan Insya Allah bulan depan terealisasi,” jelasnya.

Bupati Muna menilai, kehadiran investor mampu mendorong perubahan tersebut. Apalagi Pemrintah Daerah (Pemda) Muna telah mempersiapkan lahan pembangunan toko sebanyak 60 unit. 

“Konsepnya apakah bentuknya HGU (Hak Guna Usaha) atau apa, kita carikan payung hukumnya sehingga para pengusaha jadi aman berinvestasi dan kota kita kelihatan berubah. Jadi bayangkan kalau sekitar 100 bangunan yang monumental Muna akan kelihatan berubah,” tutupnya.

Laporan: Arto Rasyid

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.