Iklan Clarion

Tolak Kepsek Mantan Napi Asusila, Orang Tua Murid Segel Sekolah

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Pergantian Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar (SD) Negeri I Mandati I, Kelurahan Mandati, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi menuai polemik. Pasalnya, orangtua siswa menolak Kepsek baru disekolah tersebut yang diduga mantan Narapidana (Napi) kasus asusila.

Menolak kedatangan Kepsek baru di Sekolah tersebut, ratusan orangtua siswa menyegel gerbang sekolah, Senin (7/11/2016). Penyegelan ini dilakukan dengan membentangkan sepanduk berisi tulisan yang mengecaman dan menolak Kepsek mantan Napi asusila.

“Kami seluruh orang tua murid SDN I Mandati I menolak dengan tegas kepala sekolah mantan napi asusila,” demikian tertulis dalam salah satu sepanduk.

Akibat aksi penyegelan ini aktifitas belajar mengajar di sekolah tersebut sempat terhenti, karena siswa maupun guru tidak bisa masuk ke dalam lingkungan sekolah.

Mengkonfirmasi aksi ini, SULTRAKINI.COM mencoba untuk mencari keterangan perihal Kepsek baru di SDN I Mandati I. Namun sayangnya, sejumlah guru yang ditemui mengaku belum mengetahui nama maupun identitas Kepsek dimaksud. Sebab sejak 7 hingga 9 November 2016, Kepsek baru belum pernah masuk sekolah.

Sementara itu, dimintai tanggapan atas hal ini, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Wakatobi, La Ode Puasa membenarkan telah ada pergantian atau pelantikan sejumlah Kepsek SD dan SMP. Namun ia mengaku tidak mengetahui bahwa Kepsek baru di SDN 1 Mandati 1 merupakan mantan mantan Napi kasus asusila. Bahkan anehnya, La Ode Puasa mengaku dirinya tidak mengetahui nama Kepsek dimaksud.

“Betul ada pergantian Kepsek tapi saya belum mengetahui siapa namanya Kepsek SDN I Mandati I ini karena saat itu saya melakukan pelantikan dengan buru-buru bahkan saat salaman saya tidak sempat salaman dengan semua Kepsek karena saya sudah ditunggu oleh Kadis PPKAD untuk menuju ke Pulau Tomia,” ujar La Ode Puasa saat ditemui diruangannya, Rabu (9/11/2016)

Dijelaskanya saat sebelum pelantikan dirinya masih di Jakarta. Selanjutnya Sekda Wakatobi  menelpon dirinya agar setelah pulang dari Jakarta langsung melantik 51 Kepsek SD, lima Kepsek SMP, tiga orang pengawas SD dan satu orang pengawas SMP. SK pelantikan Kepsek itu telah ada di meja kerjanya.

“Sehingga setelah tiba dari jakarta saya langsung melakukan pelantikan, saya pun belum sempat membacanya, jadi banyak kepsek yang dilantik saya tidak tahu namanya,” ujar La Ode Puasa.

Menurutnya, mutasi dan pelantikan para Kepsek adalah hak perogratif Bupati. Sehingga saat ini Kepala BKD Wakatobi Rusdin telah berkoordinasih dengan Bupati Wakatobi, H. Arhawi. “Pak Rusdin telah berkoordinasih dengan Bupati, jadi kita tunggu saja,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.