SUARA

Uniknya Monahu Ndau, Pesta Panen Masyarakat Tolaki di Kolaka Timur

SULTRAKINI.COM: KOLTIM – Desa Lara, Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur adalah salah satu desa dengan masyarakat yang masih memegang teguh adat dan tradisi Tolaki. Tak heran, di desa ini berbagai bentuk budaya dan tradisi khas lokal masih terjaga dan lestari secara turun temurun hingga kini.

Salah satunya Monau Ndau, atau pesta panen yang diselenggarakan menjelang perayaan hari raya kurban atau Idul Adha.

Diungkapkan Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Said Rangga Wula, kegiatan ini telah dilaksanakan selama tiga belas tahun dan diadakan sebelum memasuki Idul Adha.

“Kami sudah sering melaksanakan kegiatan ini tiap tahunya, namun untuk pertama kalinya ini mengundang pemerintah yakni Dinas Pariwisata dengan harapan nantinya dalam agenda tahunan ini dapat dilirik oleh Pemerintah daerah,” bebernya.

Pelaksanaan pesta panen atau Monahu Ndau di Desa Lara ini terbilang unik. Acara yang dilaksanakan Kamis (1/9/2016) ini dimulai dengan tarian penyambutan lulo tradisional khas suku Tolaki. Namun mereka yang boleh mengikuti tarian ini hanya dari kamu wanita, prosesi ini disebut Molulo Sangia.

Molulo Sangia ini cukup semarak karena diiringi dengan permainan alat musik Dimba Wuta (Gendang Tanah) yang terbuat dari Kelopak Sagu dan Rotan serta dipadukan dengan iringan alat musik Tawa-tawa Sangia.

yamaha

“Penari lulo Sangia ini hanya perempuan yang diperbolehkan untuk masuk lulo karena harus dalam keadaan suci/bersih tidak diperbolehkan laki-laki,” jelas Said.

Setelah Lulo Sangia selesai, prosesi dilanjutkan dengan mendengarkan alunan permainan gambus untuk menghibur para warga yang hadir di acara tersebut. Acara pesta panen ini berlangsung selama dua hari, dan ditutup dengan acara Mosehe Wonua yang berarti Membersihkan Daerah.

Ditemui diacara tersebut, Kepala Dinas Pariwisata, Marce Kasim, mengatakan dirinya hadir di acara tersebut atas undangan penyelenggara. Menurutnya, ia mengapresiasi kegiatan ini meski konsep pelaksanannya sangat sederhana namun memberikan inspirasi.

“Pihak penyelenggara mengundang saya untuk memperkenalkan tradisi tahunan ini kepada pemerintah dan meminta difasilitasi agar tahun depan dapat dihadiri langsung oleh Bapak Bupati Kolaka Timur,” tuturnya.

Marce Kasim juga menjelaskan, dalam kedatanganya ini selain untuk memenuhi undangan juga dalam rangka riset acara tahunan ini untuk dilaporkan ke Bupati.

“Nantinya setelah kegiatan ini saya akan menghadap ke Bupati melaporkan hasil kegiatan ini, apalagi bapak Bupati Koltim sudah memberikan intruksi untuk bekerja lebih extra lagi dalam hal ini menggangkat kearifan lokal seni budaya serta adat istiadat yang ada di Koltim ini,” jelasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.