SULTRAKINI.COM:BUTON TENGAH- Angka kematian ibu melahirkan di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) menurun drastis dari tahun sebelumnya. Menurunya angka kematian tersebut tutur Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buten, Ratna, disebabkan adanya kerjasama antara dukun dan Bidan desa.

Angka Kematian Ibu Melahirkan Di Buteng Menurun Drastis
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buteng Ratna (Foto: Ali Tidar / SULTRAKINI.COM)

"Alhamdulillah sampai dengan bulan ini kematian Ibu melahirkan baru satu, dibanding dengan tahun kemarin 11 orang," tutur Ratna saat ditemui diruang kerjanya oleh Sultrakini.com, Jum'at (24/11/2017)

Menurut Ratna, banyaknya kematian tahun 2016 lalu, disebabkan banyaknya dukun yang tidak kerjasama dengan Bidan Desa.

"Jadi dukun itu sampai pendarahan baru mereka panggil, sehingga mereka tidak dapat lagi di tolong karena banyaknya darah yang keluar," keluh Ratna.

Ratna memaparkan, dari 76 desa se-Kabupaten Buteng sisa 21 desa yang belum mengadakan menyatakan sikap untuk kerjasama, dan sementara masih dilakukan sosialisasi antara dukun dan bidan desanya serta melibatkan langsung Kepala Desa agar diketahui.

Oleh karena itu, harap Ratna, selain dukun dan Bidan Desa yang harus dibangun kerjasama, juga peran kepala desa dalam memberitahukan warganya juga sangat diharapkan. Sebab dukun dan masyarakat kadang masih mengabaikan kerjasama tersebut, sehingga kepala desalah yang bisa mengarahkan mereka.

"Jadi sekarang ini kami masih adakan sosialisasi kepada 10 desa yang belum diajak kerjasama, sementara sisanya minggu depan akan dilakukan sosialisasi dengan mengundang mereka ke Dinkes," tutupnya.


Laporan : Ali Tidar

IKLAN KPU IKLAN LION

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations