Paud Kominfo atas

Astragalus Dapat Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

SULTRAKINI.COM: Pernahkah kalian mengkonsumsi minuman pahit? Tentu saja rasanya tidak enak. Namun di balik rasanya yang tidak disukai ini bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Minuman ini dibuat dengan bahan terpercaya, seperti akar astragalus, jahe, akar angelica, dan madu semuanya terbukti mendukung sistem kekebalan tubuh.

Astragalus merupakan ramuan Cina yang mengandung sifat anti-inflamasi dan antibakteri. Studi pada astragalus menunjukkan bahwa akar astragalus dapat meningkatkan ketahanan terhadap infeksi dan mengatur respons kekebalan tubuh.

Astragalus ialah akar herbal yang diyakini manfaatnya untuk membantu melindungi tubuh dari penyakit seperti kanker dan diabetes. Herbal ini mengandung antioksidan, yang melindungi sel dari kerusakan.

Akar astragalus digunakan untuk mengatasi gejala flu, infeksi pernapasan bagian atas, alergifibromyalgia, anemia, HIV/AIDS, dan untuk memperkuat serta mengatur sistem kekebalan tubuh. Herbal ini juga digunakan untuk chronic atigues syndrome (sindrom kelelahan kronis), penyakit ginjal, diabetes, dan tekanan darah tinggi. Astragalus dianggap sebagai arodisiak (penambah gairah seks) dan bisa meningkatkan motilitas sperma.

Peneliti percaya bahwa astragalus bekerja dengan merangsang beberapa faktor sistem kekebalan. Pada uji laboraturium, ekstrak astragalus bisa meningkatkan aktivitas monosit (pembunuh alami sel) serta limfosit, bahkan ketika aktivitas keduanya tertahan oleh zat seperti steroid.

Produk herbal ini tersedia dalam berbagai bentuk dan dosis. Akar tanaman astragalus biasanya digunakan dalam sop, teh, ekstrak, atau kapsul. Astragalus biasanya dicampur dengan herbal lain seperti ginseng, angelica, dan licorice (akar manis).

Astragalus bisa membuat sistem kekebalan tubuh lebih aktif. Hal ini dapat memperparah gejala penyakit autoimun seperti multiple sclerosis (MS), lupus, dan rematik. Tanman herbal ini tidak Sebaiknya digunakan pada infeksi, demam, atau peradangan. Suplemen herbal ini dapat berinteraksi dengan pengobatan lain atau dengan kondisi kesehatan yang anda miliki.

Begitu juga akar angelica telah terbukti memodulasi sistem kekebalan tubuh dan mengobati penyakit pernapasan.

Angelica adalah tanaman herbal dari keluarga Apiaceae, subspesies yang dibudidayakan bagian batang dan akarnya. Herbal ini sering digunakan sebagai penambah rasa atau wangi‐wangian.

Angelica juga digunakan untuk membantu mengatasi beberapa masalah kesehatan seperti gangguan pencernaan, perut kembung, kram perut, rematik, dan kelainan kulit. Sebagai tambahan, tanaman angelica telah digunakan sebagai antiseptik dalam meringankan kejang otot dan sebagai pengobatan gangguan pernapasan seperti bronkitis.

Beberapa dari anita menggunakan tanaman angelica guna melancarkan siklus menstruasi dan menginduksi kram rahim untuk aborsi. Dalam kombinasi dengan herbal lain, angelica juga digunakan untuk mengobati ejakulasi dini.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tanaman angelica memiliki fungsi yakni sebagai penenang dan antiseptik. Bentuk dan sediaan tanaman angelica adalah : ekstrak, larutan, herbal utuh, kapsul, obat gosok dan minyak.

Angelica sebaiknya tidak digunakan dalam keadaan hamil karena bisa menimbulkan keguguran. Juga, hindari penggunaan selama menyusui. Seseorang dengan diabetes (herbal ini dapat meningkatkan glukosa darah), ulkus peptik, atau kelainan perdarahan harus menggunakan herbal ini dengan hati‐hati. Hebral ini bisa berinteraksi dengan banyak herbal lainnya dan berpotensi terhadap risiko perdarahan.

Sementara jahe dan madu adalah anti-oksidan kuat yang mengandung sifat anti-inflamasi dan antibakteri. Madu dapat mengaktifkan respon sistem kekebalan terhadap infeksi dan mencegah proliferasi sel.
Efek anti-inflamasi dalam jahe juga membantu mengatasi nyeri otot. Berikut resep membuat minuman pahit untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Bahan-bahan:

1 ons akar astragalus kering

1 ons akar angeica kering

½ ons cahmomile kering

1 sdt jahe kering1 sdt kulit jeruk kering

1 batang kayu manis

1 sdt biji kapulaga

1 sdt madu

10 ons alkohol (disarankan vodka)

Cara membuat:

Larutkan madu dalam 2 sendok air mendidih. Biarkan dingin. Campurkan madu dan bahan-bahan lainnya ke dalam toples mason dan tuangkan alkohol di atasnya. Segel dengan erat dan simpan di tempat yang sejuk dan gelap.

Biarkan minuman meresap sampai kekuatan yang diinginkan tercapai, sekitar 2-4 minggu. Kocok toples secara teratur (sekitar sekali perhari). Saring minuman menggunakan kain katun tipis atau saringan kopi. Simpan dalam wadah kedap udara pada suhu kamar.

Untuk mengkonsumsinya, campurkan minuman ini ke dalam teh panas atau ambil beberap tetes dan minum saat baru bangun tidur untuk perlindungan selama musim dingin dan flu.

sumber : sindonews.com dan halloSehat.com
laporan : Wa Ode Dirmayanti

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.