Iklan Clarion
Festival Pesona Budaya Tua Buton

Bupati Konawe dan Wakilnya Bantah Menikmati Duit Korupsi Rutin di Diknas

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Bupati Konawe, Kery Saiful Konggosa maupun Wakilnya Gusli Topan Sabara membantah ikut menikmati duit korupsi dana rutin pemeliharaan gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe pada 2016.

“Kalau seandainya dana itu saya terima, pasti saya kembalikan. Kalau dia yang memakai uangnya ya kembalikan. Terkait dituduhkan 1,6 (miliar) temuan BPK saya tidak tahu, silakan kalau dia punya catatannya. Kalau cuman menuduh saya juga bisa tapi kan hukum itu kan fakta bukan imajinasi,” ujar Kery usai sidang, Senin (5/8/2019).

“Saya bingung karena mereka menyerahkan uangnya tahun 2014 sedangkan kasus ini bergulir 2016. Jadi uang apa yang dimaksud ini, pernah ada yang bilang 50, 100, 400, dan menurut dia antar di kediaman saya di Kelurahan Arombu, padahal saya tidak punya rumah di Arombu, rumah saya hanya di Kelurahan Ambekairi,” ucap Gusli.

Gusli justru merasa keberatan atas tuduhan tersebut. Dia bahkan akan menuntut balik terdakwa atas pencemaran nama baik. “Tersangka seperti ingin mencemarkan nama baik saya, jadi saya akan menuntut balik untuk memulihkan nama baik saya,” tambahnya.

Sidang lanjutan dugaan korupsi dana rutin di Dikbud Konawe berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Kendari pada Senin (5/8/2019).

Dalam sidang JPU, Kery dan Gusli diperiksa sebagai saksi, termasuk Staf bagian anggaran pada BPKAD Konawe Muhammad Ikwan, Ida Riani, mantan Wakil Bupati Konawe Paringringi, mantan Sekda Konawe 2013-2015 Ahmad Setiawan, dan Kasubag Humas Pemda Konawe Maftuh Fauzi. Sementara Ketua DPRD Konawe Ardin yang juga sebagai saksi tidak datang di persidangan.

Kasus ini menyeret tiga terdakwa, yaitu Pelaksana Tugas Kepala Dikbud Konawe Jumrin Pagala, mantan Kepala Dinas Pendidikan Konawe Ridwan Lamaroa, dan Bendara Dinas Pendidikan Konawe Gunawan.

Laporan: Ulul Azmi
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.