SUARA

Dihadapan Ribuan Masyarakat, Kader Golkar Butur Kompak Buka Baju Partai

SULTRAKINI.COM: BUTON UTARA – Kader Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Buton Utara (Butur) secara bersama-sama membuka baju partai dihadapan ribuan pendukung pasangan Muh. Aswadi Adam-Fahrul Muhammad. Hal itu dilakukan sebagai bentuk konsistensi perjuangan mereka terhadap pasangan akronim Asrul.

Pasalnya, DPP Partai berlambang pohon beringin tersebut merekomendasikan pasangan Ridwan Zakaria – Ahali di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Butur. Sementara DPD II Golkar Butur hanya mengusung Aswadi Adam – Fahrul Muhammad di DPD I.

Hal itupun menuai protes keras hingga berujung aksi penolakan di Kantor DPD I Golkar Sultra yang dilakukan oleh pengurus DPD II Golkar Butur, beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, sebelumnya juga terjadi aksi pencabutan bendera partai saat penjemputan Ridwan Zakaria – Ahali di Butur yang diduga dilakukan oleh kader yang menolak rekomendasi Golkar.

Kader yang membuka baju partai tersebut yakni mantan Ketua Harian DPD II Partai Golkar Kabupaten Butur, Al Adrin, Ketua Bapilu, La Udu, Komcat Kulisusu, Dimsir, Wakil Ketua Bidang Pengkaderan, Ilham dan beberapa kader lainnya.

Sebelum melepaskan baju dihadapan ribuan masyarakat, mantan Ketua Harian DPD II Partai Golkar Kabupaten Butur, Al Adrin mengatakan, aksi membuka baju partai dihadapan masyarakat dilakukan sebagai bentuk sikap perjuangan untuk memenangkan pasangan Aswadi – Fahrul.

“Jadi hari ini saya akan menunjukan kepada saudara-saudara sekalian bahwa sudah tiba saatnya konsistensi itu akan muncul hari ini. Dan kami sudah sepakat bahwa hari ini kami akan tunjukan bahwa konsistensi kita akan siap buka baju, hari ini kita buka baju. Saya persilahkan yang buka baju Golkar,” ujarnya saat deklarasi pasangan Aswadi Adam – Farul Muhammad di Lapangan Raja Jin, Kamis (3/9/2020) kemarin.

Sontak seluruh kader membuka baju Partai Golkar yang mereka kenakan. Kemudian baju tersebut dilemparkan ke masa yang di tengah lapangan tempat berlangsungnya deklarasi.

“Ini sebagai bentuk konsistensi kita bahwa kami rela berkorban meninggalkan apa yang kami miliki, demi untuk pasangan Aswadi – Fahrul. Kami tidak main-main,” sambung Al Adrin.

Aksi tersebut sontak disambut baik oleh ribuan masyarakat. Ia memastikan, kader Golkar Butur yang melepaskan baju partai tersebut akan menggalang kekuatan untuk memenangkan pasangan berakronim Asrul tersebut.

yamaha

“Silahkan diambil orang lain, tapi isinya Golkar itu ada disini teman-teman. Bisa kita uji, nanti tanggal 9 Desember kita buktikan,” tuturnya.

Al Adrin berharap, apa yang dilakukan tersebut mendapatkan dukungan dari masyarakat untuk memenangkan pasangan Aswadi – Fahrul di Pilkada Butur.

“Kami harap pengorbanan yang kami lakukan ini sesuai dengan kondisi dan kapasitas kita masing-masing, bapak dan ibu sekalian kami berharap punya pengorbanan kepada pasangan Gasful, paling tidak menyalurkan hak suaranya memilih Gasful,” punyanya.

Sementara itu, salah satu pengurus Partai Golkar Butur, Ilham menambahkan, langkah yang dilakukan tersebut sebagai bentuk komitmen dalam mengawal perjuangan pasangan Aswadi – Fahrul.

“Beberapa waktu yang lalu kami menyampaikan bahwa kami bertekad apabila Aswadi Adam tidak berada di Partai Golkar maka kami sebagai pengurus akan keluar dan membuka baju. Dan itu kami buktikan,” tegasnya.

Ia katakan, aksi tersebut dilakukan tanpa paksaan dari siapapun, semata mata dilakukan sebagai bentuk komitmen awal. Sebab, di Pilkada Butur tidak ada pilihan, selain Aswadi – Fahrul.

“Kami merelakan Golkar untuk berpisah, dari pada kita berpelukan dengan kepurapuraann, lebih baik kita berjabat tangan dan menyatakan berpisah. Artinya bahwa daripada kaminhadir dikubu sebelah dengan sebuah kepurapuraan, lebih mending kami harus katakan dengan jujur bahwa kami tidak sepemikiran dengan kelompok sebelah,” jelasnya.

Kata Ilham, beberapa alasan memilih Aswadi – Fahrul di Pilkada Butur karena pasangan tersebut memiliki konsep untuk memajukan Butur dan mencapai kesejahteraan masyarakat.

“Selama dua bupati yang defenitif ada tiga persoalan yang belum tuntas dan belum terselesaikan, yaitu infrastruktur jalan, persoalan ekonomi dan kehidupan yang layak seperti mengurangi pengangguran. Untuk menyelesaikan itu ada pada Aswadi Adam, kalau yang dulu dan sekarang sudah tidak ada lagi harapan,” tandasnya. (B)

Laporan: La Niati
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.