Iklan Clarion

Empat Bulan Diasup Air Beras, Balita Asal Konawe Alami Gizi Buruk

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Bayi berumur 10 bulan penderita gizi buruk, Arisandi hingga saat ini masih terbaring lemas di rumah sakit umum Bahteramas Sulawesi Tenggara (Sultra) sejak dirawat pada Minggu (31/12/2017) lalu.

Tidak hanya itu, luka dibagian tubuhnya yang diduga akibat alergi masih terlihat jelas dan belum mengalami perubahan signifikan.

Dibalik penderitaan Arisandi, anak dari pasangan Abu dan Eti warga asal Desa Lahonggombe, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, ternyata menyimpan sepenggal cerita yang memilukan sebelum akhirnya harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit Bahteramas Sultra.

Terungkap, selama empat bulan Arisandi tidak diberikan susu yang layak melainkan diberi minum air beras sebagai pengganti susu bayi oleh sang Ayah.

“Sekitar empat bulan saya kasih minum susu dewasa, setelah tidak ada cukup uang terpaksa kita kasi minum air beras,” ujar Ayah Arisandi, Abu, Jumat (5/1/2018).

Ayah dari bayi ini juga mengaku terpaksa melakukan hal tersebut, karena penghasilan yang sehari-hari bekerja sebagai petani ternyata tidak cukup dan mampu untuk membelikan anaknya susu.

Pada awalnya, Abu pernah memberikan anaknya susu khusus bayi. Namun karena faktor ekonomi tidak mampu untuk membeli susu yang harganya mencapai puluhan ribu itu, Abu terpaksa hanya membelikannya susu untuk orang dewasa yang harganya jauh lebih murah.

Baca Juga

“Waktu tiada uang, terpaksa kasih air beras,” kata Abu.

Untuk diketahui, air beras yang dimaksud adalah air endapan beras yang disaring saat nasi sudah hampir matang. Air beras ini bentuknya cair, menyerupai bubur dan berwarna agak keruh.

Jika Abu dan istrinya Eti memasak nasi untuk makan di rumah, tidak lupa mereka akan menyisihkan air beras ini untuk bayinya. Air ini menurut keduanya, ampuh sebagai pengganti susu.

Humas RSUD Bahteramas Kendari, Masita mengatakan pihaknya memastikan biaya perawatan kedua bayi dijamin program Rumah Sakit Bahteramas. Program kesehatan ini akan menyelesaikan urusan administrasi bayi sejak masuk hingga keluar.

“Meskipun memang hanya bayi yang ditanggung. Orang tua yang berjaga di rumah sakit ditanggung sendiri biaya sehari-harinya,” ujar Masita.

Laporan: Wayan Sukanta

Komentar
Loading...