Endus-endus Plagiat pada Pilrek UHO

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Endus-endus dugaan plagiat pada karya ilmiah beberapa guru besar di lingkungan Universitas Halu Oleo (UHO) ikut mempengaruhi tahapan pelaksanaan pemilihan rektor periode 2021-2025.

Kasus plagiat pada pilrek UHO tercium sebelum mencuatnya tujuh nama bakal calon atau ketika dilakukannya seleksi berkas dari total 12 orang pendaftar. Salah satu calon dinyatakan gugur karena dinyatakan plagiat dalam karya ilmiah untuk memenuhi syarat kepangkatan jauh sebelum Pilrek bergulir.

Ketua Panitia Pilrek UHO, Weka Widyawati tidak terlalu membuka lebar siapa calon yang dituding plagiat itu. Hanya saja ia menyebut bahwa terdapat seorang pendaftar yang gagal maju di pertarungan rektor UHO lantaran plagiat.

(Baca: Pilrek UHO Mengerucut Ketujuh Nama, Panitia Sebut Ada Tidak Lulus Karena Plagiat)

Rupanya isu plagiat tidak berhenti di situ. Setelah panitia Pilrek menetapkan 7 nama, masih ada lagi yang dituding plagiat di antara 7 bakal calon itu.
Akibatnya, tahapan pilrek ditunda hingga adanya hasil penelusuran dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti).

Padahal sedianya Senin (12 April 2021) tahapan sudah masuk pada pembacaan visi misi. Rencananya hari itu juga akan keluar 3 nama calon yang akan diusulkan kepada menteri pendidikan dan kebudayaan. Namun ditunda sampai pada 19 April hari ini.

Sayangnya pada Senin (19 April 2021), Senat UHO bukannya mengumumkan 3 besar hasil pemaparan visi-misi, melainkan kabar plagiat yang berembus hingga ke luar ruang sidang senat tertutup itu. Zamrun Firihu, dikabarkan melakukan tindakan plagiat.

Zamrun adalah salah satu dari total tujuh nama bakal calon yang masuk tujuh besar calon rektor. Ia juga sementara menjabat Rektor UHO saat ini.

Ikuti: SURVEI PEMBACA SULTRAKINI.COM

Dalam kabar yang beredar, Zamrun diaduhkan masyarakat atas dugaan plagiasi karya ilmiah berjudul 2.45 GHz Microwave Drying of Cocoa Bean yang diterbitkan pada ARPN Journal of Engineering and Applied Sciences, Vol 11, No. 19 October 2016 atas karya ilmiah berjudul Fast Drying of Cocoa Bean on Earth Science 2014.

Menindak lanjuti itu, Ditjen Dikti membentuk tim untuk menelusuri dugaan tersebut. Hasilnya, Zamrun dikabarkan plagiat dan tidak memenuhi syarat penjaringan bakal calon rektor periode 2021-2025.

Pihak panitia pilrek belum banyak menjelaskan terkait temuan tersebut. Klarifikasi dari Zamrun juga sedang ditunggu kabarnya usai pernyataan plagiat tersebut muncul. Namun yang pastinya, pilrek UHO ditunda dengan mematok masa jabatan rektor saat ini.

(Baca: Zamrun Firihu Plagiat, Gugur pada Pilrek UHO?)

Ketua Senat UHO, Takdir Saili, mengaku pilrek tetap akan dilanjutkan. Ia memastikan satu nama atau rektor terpilih akan mencuat sebelum masa jabatan rektor berakhir.

“Paling lambat dua minggu sebelum masa jabatan rektor sekarang berakhir sudah keluar satu nama. Rektor kita ini kan berakhir di 18 Juli, jadi 4 Juli keluar satu nama. Dan aturannya lagi untuk menuju kepemilihan satu orang ini Menteri itu sudah dapat hasilnya tiga besar satu bulan dari penetapan, kan keputusan satu nama itu 4 Juli, berarti 4 Juni itu sudah ada,” ucapnya, Senin (19/4/2021).

Terkait konfirmasi nasib pilrek UHO usai adanya plagiat dari bakal calon juga belum keluar dari Weka Widyawati selaku Ketua Panitia Pilrek UHO. Wartawan sudah mencoba menghubungi melalui sambungan telepon maupun pesan untuk mendapatkan konfirmasi dari yang bersangkutan, namun belum ada balasan. (B)

Laporan: Mahatma Adnan Nuari
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.