Iklan Clarion

Gedung Baru SMAN 2 Sawerigadi Ditarget Selesai Desember

SULTRAKINI.COM: MUBAR – Untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya di bidang pendidikan, pemerintah daerah (Pemda) Muna Barat (Mubar) melalui Dinas Pendidikan terus membangun sekolah.

Untuk tahun 2016, Pemda Mubar membangun SMA 2 Sawerigadi, bertempat di Desa Lawada Kecamatan Sawerigadi. Pembangunan sekolah yang menggunakan dana sekitar Rp 2,3 Milyar iini ditarget rampung di akhir bulan Desember mendatang. Saat ini pembangunannya sudah mencapai 80 persen.

Kepala Sekolah SMA 2 Sawerigadi Laode Mirad mengatakan, pembangunan sekolah ini sebenarnya bisa tuntas awal Desember. Namun karena kondisi jalan yang digunakan untuk mengangkut bahan material, itu rusak parah dan kalau musim hujan tergenang air hingga 1 meter.

“Makanya nanti Oktober lalu sudah mulai bagus jalan setelah ada pengerasan dan pengaspalan. Sehingga kendaraan pengangkut material dengan mudah membongkar di lokasi proyek. Dan syukur alhamdulillah pembangunan fisiknya sudah 80 persen,” katanya. Kamis (1/12/2016)

Adapun item gedung sekolah yang sementara perampungan pembangunannya yakni Kantor, ruangan guru, perpustakaan, laboratorium, RKB tiga ruangan dan MCK dengan total anggaran Rp 2,3 milyar.

Dijelaskan juga, meski gedung SMA 2 Sawerigadi baru saja dibangun, namun siswanya sudah ada  untuk tahap awal yakni sebanyak 33 siswa kelas satu. Sebelum gedung baru ini selesai pembangunannya, sebanyak 33 siswa di kelas I ini untuk sementara menggunakan gedung SD 10 Sawerigadi.

“Kami berharap gedung cepat selesai dan siswa-siswi ini sudah masuk ke sekolah baru. Karena jumlah RKB sebanyak tiga ruangan, maka kedepannya saya akan sosialisasi ke SMP dan Madrasah yang berada disekitar sekolah. Adapun SMP pendukung yakni SMP Satap, SMP 1 Sawerigadi, MTS Asidik Wandoke dan SMP Satap di SP3 yang jaraknya lebih dekat di SMA 2 Sawerigadi dari pada SMA 1 Tikep dan ini saya sudah ketemu langsung Kepksenya dan kantanya datang saja ¬†sosialisasikan untuk masuk di sekolahnya,” jelasnya.

Dia juga menyebutkan kalau saat ini guru yang mengajar di sekolahnya terhitung berjumlah 14 orang. Dengan rincian 12 orang tenaga honorer dan dua orang PNS yakni Kepsek dan Wakasek.

“Ini bukan kendala buat kami karena kita punya sekolah masih tergolong baru dan jumlah siswanya juga belum banyak. Tapi yang kami butuhkan itu adalah tambahan gedung laboratorium,” pungkasnya.

Reporter: Arto Rasyid.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.