SUARA

Gila, Oknum Kades di Konawe Bawa Lari Celengan Idul Fitri

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Perilaku Jabal Nur benar-benar tidak tahu malu. Pria yang menjabat pelaksana tugas (Plt) Kepala Desa (Kades) Lalonggowuna Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe itu tiba-tiba saja membawa pergi isi celengan salat Idul Fitri. Sikap itu pun kemudian mendapat perlawanan dari pengurus masjid.

Kejadian memalukan itu berlangsung usai pelaksanaan salat Idul Fitri, Rabu (05/07/2016). Ketika itu pengurus masjid yang tergabung dalam panitia Ramadan dan hari raya Idul Fitri tengah menginventarisir isi celengan yang masuk. Uang itu kemudian dibungkus ke dalam kantung kresek, untuk kemudian akan dimasukan ke kotak amal masjid.

Tak lama berselang Jabal Nur pun menghampiri mereka. Tanpa banyak bicara kantung berisi uang itu pun ia ambil. Kantung kresek hitam itu sempat diserahkan ke sekretaris desa, sebelum akhirnya ia bawa pulang tanpa penjelasan.

Melihat sikap pimpinan desanya yang terkesan main sendiri, para pengurus masjid jadi heran. Beberapa diantaranya bahkan protes. Mereka mempertanyakan, mau dikemanakan uang itu. Sebab, seharusnya yang memegang uang itu adalah panitia.

Imam masjid setempat, Roka Saranani menyayangkan sikap pimpinannya itu. Kata dia, uang tersebut seharusnya tidak boleh dibawa pergi. Terlebih lagi jika tidak ada koordinasi yang jelas. Akibatnya kata dia, hal tersebut telah memunculkan prasangka yang kurang baik terhadap Kades yang bersangkutan.

yamaha

“Pada sore harinya kami masih menunggu. Namun tidak ada konfirmasi juga dari Kades terhadap peruntukan uang itu,” jelasnya saat dikonfirmasi SULTRAKINI.COM.

Menurut Roka, dana sumbangan tersebut telah disepakati akan dipakai untuk membeli hadiah lomba-lomba selama Ramadan. Selain itu, uang tersebut juga akan digunakan untuk biaya pembangunan dan keperluan masjid lainnya.

Lanjut Roka, warga desa juga banyak menyayangkan sikap Kadesnya yang tidak transparan. Misalnya dalam kegiata Ramadan. Panitia dan bendahara kegiatannya sudah ada. Namun untuk urusan keuangan, selalu saja dikelola sendiri oleh Jabal Nur. Hal itu juga membuat beberapa panitia jadi kesal.

Roka menambahkan, pada Sabtu malam (09/07/2016) sempat terjadi cekcok antara Kades dengan pihak panitia. Jabal Nur yang telah mendengar gosip tak sedap dengan dirinya, memprotes balik. Akibat perseteruan itu, Jabal Nur akhirnya mau mengembalikan uang ke pihak panitia.

“Masalah ini kami sudah lapor juga ke Polsek Tongauna. Kami meminta agar secepatnya kasus ini diselesaikan,” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.