Iklan Clarion
Festival Pesona Budaya Tua Buton

Hijaukan Kawasan Mata Air Tombu-tombu, FONEB Menanam 1.000 Pohon

SULTRAKINI.COM: BINONGKO – Forum Nelayan Binongko (FONEB) bersama ratusan pemuda-pemudi dan siswa-siswi Pramuka Gongga Kuncup Mekar menggelar aksi penanaman 1.000 bibit pohon lokal di area sumber mata air Tombu-tombu, Desa Lagongga, Kecamatan Binongko, Kabupaten Wakatobi, Minggu (24/03/2019).

Sejumlah tokoh dan komunitas turut menanam, di antaranya kepala Desa Lagongga, Babinsa, Kelompok Nusantara Sehat, Kelompok Sentra Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) Koncu Pathua Wali. Aksi penanaman penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Hutan Internasional (21 Maret) dan Hari Air Dunia yang diperingati setiap 22 Maret.

Penanaman pohon tersebut bertujuan untuk memberikan edukatif kepada siswa-siswi dan masyarakat tentang pentingnya menanam pohon, termasuk didalamnya mengembalikan fungsi hutan yang gundul di kawasan sumber mata air Tombu-tombu agar rasa dan kualitas air kembali seperti semula, yakni dari rasa payau ke rasa tawar.

Seperti diketahui, pohon memiliki peran dalam menyediakan air bersih, sebab pohon menyediakan sistem filterasi dan penyimpanan alami yang memproses hampir seluruh penyimpanan air bersih.

Penanaman 1.000 pohon oleh FONEB bersama warga Desa Lagongga, Kabupaten Wakatobi di sumber mata air Tombu-tombu, Minggu (24/3/2019). (Foto: Dok.FONEB untuk Sultrakini.com)

Kegiatan bertemakan “Hutan Rimba: Air Untuk Kita Semua” ini, sangat diapresiasi dan direspon positif oleh kepala Desa Lagongga dan semua tokoh masyarakat di desa-desa Pulau Binongko.

Kepala Desa Lagongga, Anwar, mengatakan pemerintah desa menyambut baik program FONEB iitu karena pemdes juga akan merencanakan konsep Desa Hijau dan mensosialisasikan bersama para tokoh masyarakat.

“Pohon di sekitar sumber mata air Tombu-tombu sudah gundul, jadi adanya penanaman 1.000 ini mungkin bisa mengembalikan rasa air dari payau menjadi tawar,” ucap Anwar usai penanaman pohon.

Anwar berharap, pemerintah desa akan memprogramkan kegiatan penanaman pohon, seperti ini dan dianggarkan melalui Dana Desa dan Anggaran Dana Desa. Supaya pohon di sumber mata air di desa tersebut tidak gundul serta tercapainya target Desa Hijau.

FONEB yang bekerjasama dengan Global Environment Facility-Small Grants Programme (GEF-SGP) Wakatobi melalui progran Penanaman Seribu Pohon dengan isu utama pengembalian rasa payau sumber mata air menjadi rasa tawar.

Kegiatan dibuka resmi oleh kepala Desa Lagongga dan penanaman diawali oleh ritual penanaman (bhatata pitadhua) oleh Imam Masjid Desa Lagongga, dilanjutkan penanaman.

Ketua FONEB, Amursan, menerangkan tujuan program ini adalah memperkecil tekanan kadar garam di sumber mata air dengan menanam pohon produktif untuk masyarakat.

“Penanaman Seribu pohon bertujuan menghijauakan area Tombu-tombu dengan pohon-pohon produktif untuk masyarakat setempat. Karena diketahui area mata air Tombu-tombu terlihat sangat tandus, hal ini mengakibatkan rasa payau pada airnya jika dikonsumsi,” jelas Amursan.

Oleh: Juhlim (Anggota Forum Nelayan Binongko).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.