Kadernya Tersangka Korupsi, Demokrat Belum Ambil Sikap

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Status Sukiman Tosugi sebagai tersangka dugaan korupsi KPU Konawe, membuat kedudukannya berada di ujung tanduk. Saat ini, ia tengah menjabat sebagai salah seorang anggota DPRD Konawe. Lantas, bagaimana tanggapan Demokrat sebagai selaku partai yang mengusungnya?

 

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Konawe, H. Mustakim mengaku baru tahu informasi seputar status tersangka anggotanya itu. Informasinya pun ia peroleh dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Sultra, H. Muh Endang.

 

\”Saya baru tahu itu. Itupun saya yang ditelepon oleh ketua DPD, Endang. Katanya ada informasi terkait status tersangka anggota saya (Sukiman),\” ujarnya saat ditemui di salah satu ruang komisi DPRD Konawe.

 

Anggota Komisi II DPRD Konawe itu mengaku, belum bisa berbicara banyak. Ia masih harus melakukan konsultasi dengan pimpinannya di DPD Demokrat.

 

\”Ini saya akan ketemu beliau (Endang) secepatnya. Saya akan bawa AD ART partai dan konsultasi bagaimana sikap partai terkait masalah ini,\” jelasnya.

 

Terkait mekanisme partai, Mustakim mengaku, pihaknya tidak akan serta merta melakukan Pengganti Antar Wantu (PAW). Ia menilai, posisi Sukiman saat ini masih tersangka. Masih masuk dalam azas praduga tak bersalah. Kecuali jika hukum yang menyeretnya telah incrah, maka pihaknya baru akan melakukan (PAW).

 

Untuk propses PAW kata Mustakim, pihaknya akan menggunakan aturan umum. Misalnya, menunjuk rekan separtai dari Dapil yang sama dengan perolehan suara terbanyak setelah Sukiman. Hal tersebut katanya juga menjadi domain dari KPU Konawe.

 

Sebagaimana diketahui, saat Pileg lalu, Sukiman mewakili Demokrat di Dapil IV. Ia keluar sebagai salah satu pemenang setelah mendulang suara terbanyak. Ia merupakan satu-satunya wakil Demokrat yang lolos dari Dapil tersebut.

 

Mustakim memberi signal, jika memang Sukiman terbukti bersalah dan harus di kurung, ia kemungkinan besar akan digantikan oleh Ahrul.

 

\”Didapil IV Partai Demokrat, Ahrul mendudukin posisi kedua suara terbanyak setelah Sukiman. Boleh jadi dialah yang akan menggantikannya nanti,\” tandasnya.

 

Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.