Iklan Clarion

Kepsek se-Buteng Ikuti Sosialisasi Penghapusan Aset

SULTRAKINI.COM: BUTENG – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispenpora) Buton Tengah melakukan sosialisasi kepada kepala sekolah dan Kepala UPTD terkait penghapusan aset negara.

“Dengan adayan kegiatan ini, agar para kepala sekolah dan UPTD bisa mengetahui bagaimana mengelola aset daerah dan bagaimana cara menggantinya ketika bangunan itu sudah tidak layak untuk digunakan,” kata Kasubag Perencanaan Dispenpora Buteng, La Anca Paulus pada SULTRAKINI.COM, Senin (5/12/2016) sore.

Menurutnya, selama ini banyak keluhan utamanya dari kepala sekolah terkait bangunan yang tidak layak pakai lagi.

“Karena keyataankan banyak bangunan sudah cukup lama tetapi mereka jika mau menghancurkannya dan membangun yang baru bimbang dan takut karena itu aset negara,” jelas La Anaca.

Olehnya itu, diselenggarakanlah sosialisasi ini untuk menata asetnya lebih baik lagi dan mengetahui alur bila sewaktu-waktu ada hal yang mau diperbuat.

Dikesemptan yang sama Kepala Bidang Penagihan Pembukuan dan Pengelolaan Aset Negara Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Pemda Buteng, E Hikmawan Safaa mengatakan, kegiatan seperti ini memang sangat penting mengingat banyaknya aset yang tidak layak pakai lagi. 

“Karena selama ini belum ada sosialisi dari pemerintah terkait dengan pengelolaan aset daerah yang diatur Permendagri nomor 19 tahun 2016 tetang pengelolaan aset negara,” kata Hikmawan.

Adapun kriteria penghapusan aset daerah yaitu bangunan yang sudah 5 tahun keatas dan akan ditinjau kelayakan dan tidak layaknya dari DPPKAD.

“Jadi yang bisa dilakukan penghapusan yakni bangunan yang berdiri sudah lebih dari 5 tahun dan kami akan meninjau apakah memang layak untuk dihapus atau tidak serta dari sekolah harus mengusulkan itu ke dinas terkait,” jelasnya.

Selain itu, jelas Hikmawan, apabila anggaran bangunan kurang dari Rp 5 miliar maka disetujui kepala daerah sedang kalau lebih dari Rp 5 miliar disetujui DPRD.

Atas kegiatan ini, Kepala SMAN 1 Gu, La Bona mengatakan kegiatan ini sangat membantu karena sekolahnya merupakan sekolah lama sehingga banyak gedung yang sudah tidak layak pakai.

“Selama ini kami bingung kami mau apakan ini gedung. Kami mau bongkar jangan sampai kami dipenjara karena menghilangkan aset negara. Jadi, dengan adanya sosialisasi ini sangat membantu dan kedepan kami akan mengusulkan terkait dengan gedung tua itu,” Jelas La Bona.

Reporter: Ali Mariati

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.