Konsel Mulai Fokus “Jual” Moramo dan Pulau Hari

SULTRAKINI.COM: KONAWE SELATAN – Mulai tahun ini, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) fokus mengembangkan pariwisata Air Terjun Moramo dan Pulau Hari. Untuk meningkatkan nilai jual dua destinasi ini, Dinas Pariwisata Konsel akan mengerjakan berbagai progam.

“Dalam rangka mendukung program pemerintah pusat dan daerah, pengembangan sektor wisata tahun ini kita fokus pada dua destinasi yang ada. Yakni permandian Air Terjun Moramondan Pulau Hari,” terang Plt Kadis Pariwisata Konsel, Mahar Buburanda Imran, Sabtu (11/03/2017).

Kadis yang kerap disapa Randa ini menjelaskan, pengembangan destinasi wisata Pulau Hari dan Air Terjun Moramo sejalan dengan program pengembangna Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) dan sesuai hasil koordinasi ke Sekretaris Kementerian Pariwisata RI.

Namun menurut Randa, mengembangkan pariwisata agar lebih maju tak semudah membalikan telapak tangan. Dibutuhkan kerjasama berbagai pihak, baik pemerintah sendiri, masyarakat, maupun pihak swasta yang siap membantu Pemda.

“Saat ini dari segi anggaran, daerah untuk pengembangan pariwisata masih sangat terbatas. Olehnya, itu kami berupaya membangun kerjasama pihak Kementerian Pariwisata utamanya dalam mendukung anggaran untuk pengembangan kepariwisataan,” ujarnya.

Tahun 2017, pemerintah pusat telah memberikan bantuan anggaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 1,4 miliar. “Alokasi anggaran tersebut sesuai petunjuk teknisnya diperuntukan pembangunan wisata kuliner di Kecamatan Ranomeeto,” ungkap Randa.

Dengan anggaran yang sangat terbatas, pihak Pemda akan menggenjot membangun networking tahun 2018 akan ditambah dana DAK.

Saat ini pihaknya menggenjot membangun networking. Tahun 2017 fokus melakukan branding. 2018 mulai bermain di even Photographer Week dan memperluas nama Konsel untuk menarik perhatian kementerian.

Apalagi Konsel memiliki banyak potensi wisata dan pintu gerbang tourism. Pengembangan pariwisaata mampu mensejahterakan masyarakat melalui sistem ekonomi kerakyatan.

Laporan: Adryan Lusa

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.