Resmikan Rumah Adat Wasilomata, Samahuddin Didoakan Dua Periode

SULTRAKINI.COM: BUTON TENGAH – Bupati Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara (Sultra), Samahuddin, menghadiri sekaligus meresmikan rumah adat panggung atau Kaompu di Wasilomata Kecamatan Mawasangka, Senin (02/03/2020).

Di Desa Wasilomata, Samahuddin disambut dengan Tarian Fomani, yang merupakan tari bentuk kesyukuran kepada Sang Pencipta karena telah selesainya hajatan besar yang dilakukan oleh masyarakat adat.

Salah satu tokoh adat Masyarakat atau tokoh pembina kerukunan keluarga Wasilomata, La Sihidi dalam sambutannya menyampaikan ungkapan terima kasih yang mendalam kepada orang nomor satu tersebut.

Mewakili tokoh adat parabela Matana Soromba serumpun Wasilomata, La Sahidi menyampaikan ucapan terima kasih kepada bapak Bupati Buteng, yang mau duduk bersila bersama guna meresmikan rumah adat Kaompu.

“Berdirinya rumah adat Kaompu di Desa Wasilomata tidak terlepas dari partisipasi dari bupati melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Buteng,” ucap La Sihidi.

Dibawah kepemimpinan Bupati Samahuddin, lanjut Sahidi seluruh perangkat adat Matana Soromba rumpun Wasilomata akan terus mendoakan bupati agar diberi kesehatan serta terus memimpin Buteng hingga dua periode.

Fortune

“Di bawah kepemimpinan bapak bupati Samahuddin walaupun masih setengah perjalanan, rumpun Wasilomata mengalami perkembangan yang sangat menggembirakan dan memuaskan. Dengan itu kami senantiasa bermohon doa agar beliau diberi kesehatan agar bisa memimpin sampai 2 periode,” lanjutnya.

Dirinya meyakini, jika kepemimpin Samahuddin berlanjut, maka Buteng dapat sejajar dengan daerah lain yang ada di Indonesia, khususnya Sulawesi Tenggara.

Sementara itu, Samahuddin dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih sebab telah didoakan oleh masyarakat adat untuk terus berkarya membangun Buteng yang berkah.

“Kami atas nama pemda mengucapkan terima kasih karena tokoh adat sudah mau mendokan. Mudah mudahan di sisa pemerintahan selama 2 tahun lagi ini, Buteng selalu maju, aman, tentram serta warganya diberi kesehatan,” kata Samahuddin.

“Jadi asalo doa na mihintu kamo-kamokulai ku aini nandomo yo lambu, rumah adat. Ane naembali waaiytu selalu asalo tolongi nae mihintu kamokulai ku mosalo kanaum doa so liwuntomiu ini no kesa ao, no maju ao, no taa ao, no amani ao” Katanya dalam bahasa Pancana yang berarti “Jadi saya minta doanya kita orang tuaku, ini ada rumah adat, kalau bisa selalu saya minta tolong di orang tua saya doakaan saya untuk kampung kita supaya baik dan maju”

“Mudah mudahan di sisa pemerintahan ini saya selalu di beri kesehatan dan saya akan bekerja keras untuk Buteng ini,” tutupnya.

Laporan: Muhammad Shabuur
Editor: Habiruddin Daen
g

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.