SUARA

Sekolah Agama di Koltim Memprihatinkan, Tak Terurus?

SULTRAKINI.COM: KOLAKA TIMUR – Mayoritas sekolah agama yang ada di Kabupaten Kolaka Timur, tampak persis sekolah Laskar Pelangi. Sejak belum mekar dari Kabupaten Kolaka hingga kini, sejumlah sekolah tersebut masih dengan kondisi yang sama, memprihatinkan.

Hal ini diakui Kepala Kantor Kementerian Agama Kolaka Timur, Bustamil. Salah satua sekolah dimaksud yakni, MIS Al-Amin Desa Lara Kecamatan Tirawuta. Semenjak dilantik menjadi Kepala Kantor Kemenag Koltim, ia sudah melakukan kunjungan memonitoring semua sekolah yang bernaung di bawah pimpinannya, termasuk MIS Al-Amin itu.

Dia mengakui sekolah agama tersebut masuk kategori sangat memprihatinkan, dilihat dari kondisi bangunan serta fasilitas mobilernya, termasuk tenaga pendidiknya masih sangat jauh dari harapan.

“Memang benar beberapa sekolah agama yang dinaungi Depag memprihatinkan dan sulit menerima bantuan maksimal, mungkin karena Depag vertikal dan sekolah agama dominan yayasan. Namun kedepannya kami akan menjadikan prioritas untuk mendapatkan bantuan di tahun anggaran 2017,” katanya.

yamaha

Bustamil berjanji akan terus berupaya semaksimal mungkin memikirkan bantuan untuk sekolah agama yang memprihatinkan, dengan mengusulkan kepada Direktorat Jenderal Penganggaran Pusat Kementerian Agama di Jakarta sebagai penentu kebijakan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Agama Kemenag Koltim, Umar Jabar Shidiq yang membidangi persoalan ini menerangkan, bahwa masih banyak sekolah agama yang mestinya menjadi perhatian baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Dari hasil monitoring langsung, sekolah agama di bawah naungan Kemenag Koltim yang masuk kategori memprihatinkaan, tingkat RA 12 sekolah, MIS 11 sekolah, MS 16 sekolah, serta Madrasah Aliyah 6 sekolah.

“Dengan terbentuknya Kandepag Koltim yang baru ini, kita berharap adanya bantuan dari pemerintah pusat dan khusunya perhatian dari pemerintah daerah Kolaka Timur, demi meningkatkan kualitas sekolah agama yang berada di Koltim,” kata Umar Jabar.

Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.