SULTRAKINI.COM - Playboy Enterprises Inc dikabarkan akan menghentikan penerbitan majalah versi cetak Playboy. Managing Partner Rizvi yang juga CEO Playboy, Ben Kohn mengatakan saat ini timnya sedang mempersiapkan World of Playboy yang cakupan bisnisnya lebih luas dibanding sebuah bisnis kecil yang mewariskan publikasi cetak.

Setelah Enam Dekade, Penerbitan Majalah Playboy akan Dihentikan
Pendiri majalah Playboy Hugh Hefner (tengah), dikelilingi wanita saat merayakan ulang tahunnya ke-75 di Cannes, Prancis, 12 Mei 2001. Hefner memperkenalkan majalah Playboy tahun 1953, dan sejak itu Playboy menjadi salah satu merk yang paling terkenal di dunia. REUTERS/File Photo

"Pada 2018 kami berencana melakukan transisi bisnis media menjadi perusahaan pengelolaan citra (brand-management)," kata Kohn menurut The Wall Street Journal.

Kepada The Journal, Kohn menilai bisnis media cetak bukan cara terbaik lagi untuk berkomunikasi dengan pelanggan-pelanggannya di masa yang akan datang.

Bisnis majalah Playboy dimulai mendiang Hugh Hefner lebih dari enam dekade lalu. Majalah dengan simbol kelinci putih itu merupakan salah satu majalah ikonik di Amerika Serikat dengan ciri khas wanita cantik berpakaian minim.  

Kematian Hefner pada September 2017 lalu memicu pergantian kepemilikan majalah dengan konten untuk pembaca dewasa itu. Kepemilikan Playboy berpindah dari keluarga Hefner sebagai pemegang saham mayoritas ke perusahaan investasi privat Rizvi Traverse.


Sumber: Tempo.com

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations