Siapa Syekh Ali Jaber?

SULTRAKINI.COM: Pendakwah kondang Syekh Ali Jaber meninggal dunia di RS Yarsi, Jakarta pada Kamis, 14 Januari 2021 pukul 08.30 WIB. Dilansir dari akun Instagram Yayasan Syekh Ali Jaber, pria 44 tahun ini meninggal dalam keadaan negatif Covid-19. Siapakah Syekh Ali Jaber?

Pemilik nama asli Ali Saleh Mohammad Ali Jaber ini sempat terpapar Covid-19 pada Desember 2020. Dilansir dari Tagar.id, laman Yayasan Syekh Ali Jaber bahwa beliau sempat istirahat total di ruang ICU dengan harapan dapat kembali pulih. Pada 4 Januari 2021 kesehatan Syekh Ali Jaber berangsur membaik dan masih dalam perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Jakarta.

Syekh Ali Jaber sempat mendapat perawatan di rumah sakit. (Foto: Instagram/@yayasan.syekhalijaber)

Namun, kesehatannya memburuk hingga dinyatakan meninggal pada Kamis (14/1) pagi. Namun, penyebab wafatnya pria kelahiran Madinah, 3 Februari 1976 ini belum diketahui secara pasti.

Syekh Ali Jaber merupakan anak pertama dari 12 bersaudara. Ia juga memiliki seorang istri Umi Nadia, wanita Indonesia asal Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dari pernikahannya itu mereka dikaruniai seorang anak bernama Hasan.

Sejak kecil, Syekh Ali Jaber dididik oleh ayahnya untuk menjadi penceramah. Bahkan, menginjak usia 10 tahun, ia telah menghafal 30 jus Quran. Pada usia 13 tahun, Syekh Ali Jaber dimintai untuk menjadi imam di salah satu masjid di Kota Madinah.

Syekh juga menerima pendidikan formal di ibtidaiyah sampai ke aliyah di Madinah. Selepas lulus di sekolah menengah, Syekh pun lanjut ke pendidikan khusus pendalaman Quran dari tokoh dan ulama ternama di daerah Madinah maupun di luar Madinah, Arab Saudi.

Berdakwah di Indonesia

Awal kariernya bermula pada 2008, Syekh Ali Jaber terbang ke Indonesia menuju Lombok, NTB, di mana istrinya tinggal. Selama berada di sana, ia menjadi guru hafalan Quran, imam salat, dan khatib di Masjid Agung Al-Muttaqin, Cakranegara, Lombok.

Ia juga diminta untuk menjadi imam salat tarawih di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta. Tidak hanya itu, Syekh juga menjadi pembimbing tadarus Quran dan imam salat Idul Fitri di masjid yang sama.

Dakwah-dakwahnya pun diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia dengan pembawaan ceramahnya yang rinci serta berisikan ayat-ayat Quran dan hadis. Beliau juga sering berkeliling Indonesia untuk memenuhi panggilan dalam menyiarkan Islam.

Syekh Ali Jaber pernah mendapatkan penghargaan dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono atas dakwah yang ia lakukan. Pada 2011, Syekh resmi menyandang status Warga Negara Indonesia. Sejak saat itu ia rutin mengisi acara di stasiun-stasiun televisi nasional di Indonesia.

Syekh Aili Jaber juga mendirikan sebuah yayasan bernama Yayasan Syekh Ali Jaber di Jatinegara, Jakarta yang bertujuan untuk menyiarkan Islam lebih efektif dan melahirkan para penghafal Quran di Indonesia.

Sumber: Viva.co.id
Laporan: Rohiyani
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.