SULTRAKINI.COM: KONAWE - Hati siapa yang tak menangis melihat Zahra. Bayi mungil nan cantik yang diduga menjadi korban malpraktik itu hingga kini masih belum terbangun dari komanya.

Tiga Hari Anaknya Koma, Tiga Hari Pula Ayahnya Tidak Makan
Zahra, bayi yang diduga korban malpraktik saat hendak dibawa ke ruang rontgen (foto: Mas Jaya / SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM mencoba menjenguk bayi lima bulan itu di ruang  Intensive Care Unit (ICU) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Kabupaten Konawe, Senin (13/11/2017), sekitar pukul 08.00 Wita. Tampak aktivitas rutin rumah sakit belum lama dimulai.

Beberapa keluarga pasien tampak bercengkrama di koridor rumah sakit. Mereka terlihat belum lama bangun, yang tampak dari raut wajah mereka. Bahkan ada juga keluarga pasien yang masih tidur di lantai koridor tepat di depan ruang ICU. Ya, mereka adalah keluarga dari Zahra, yang semalam suntuk berjaga di situ.

Tepat di depan pintu ruang ICU, terdapat sebuah kursi tunggu. Di sana seorang pria tengah duduk. Ia seperti sedang melamun. Wajahnya begitu lesu. Pria itu adalah ayah si bayi, Gogo.

Awak media ini pun menghampiri dan mengambil tempat duduk di sampingnya. Kepada orang tua Zahra, kami bertanya perihal kabar si bayi.

"Kondisinya masih sama waktu dari sana (klinik). Belum ada perubahan," jawabnya datar dengan tatapan sayu, yang menunjukan kalau orang itu kurang tidur.

Lalu, kami mencoba bertanya tentang perhatian pihak klinik sejauh ini seperti apa. Namun ia berkata belum ada pihal klinik yang datang menemui mereka.

"Dari klinik belum ada yang datang menjenguk," ujarnya.

Namun kata dia, dokter Ra yang menangani Zahra dari awal cukup perhatian. Setiap saat ia datang memeriksa kondisi si bayi.

"Kalau dokternya (Ra) sering ke sini. Karena tugas di sini juga," katanya.

Tak lama setelah itu, petugas medis memanggilnya. Ia pun segera masuk ke ruang ICU. Beberapa menit berselang, awak media menyusul ke dalam.

Pemandangan di dalam ruang ICU ternyata jauh memilukan hati. Di sana tampak terbujur seorang bayi. Tubuhnya terbungkus sarung berwarna coklat. Hanya bagian kepalanya yang tampak, dengan bagian atasan juga ditutupi kain putih. Di wajahnya, terpasang masker oksigen. Di dekatnya juga tampak monitor pendeteksi detak jantung dan berbagai peralatan medis lainnya. Di layar monitor itu, tampak garis zig zag, pertanda kalau si bayi masih tengah berjuang untuk hidup.

Beberapa petugas medis pun tampak sibuk merapikan peralatan. Zahra akan dibawa keluar ruangan untuk melakukan rontgen. Begitu suara yang terdengar dari petugas yang tengah beraktifitas.

Tak lama berselang, ranjang Zahra didorong keluar ruangan. Butuh beberapa orang petugas untuk melakukan pekerjaan itu, mengingat banyaknya peralatan medis yang mesti dibawa serta bersama Zahra.

Saat Zahra berada di ruang rontgen, awak media ini mencoba berbincang dengan Mariam, wanita yang juga masih nenek Zahra.

Ia berkata kalau si bayi masih belum siuman juga sejak dari klinik Azalia, Jumat malam (10/11/2017). Kondisi itu membuat orang tua si bayi begitu sedih.

"Mama dan bapaknya itu sedih sekali kalau kita lihat. Bahkan bapaknya itu belum pernah makan sudah tiga hari ini," ceritanya sambil meminta doa untuk kesembuhan Zahra.

Lanjut Mariam, pihak keluarga sudah coba membujuk ayah si bayi untuk makan. Tetapi tak dihiraukan. Perhatiannya lebih tertuju pada anaknya yang tak kunjung sadarkan diri.

"Kami sudah bujuk, kalau tidak makan nanti sakit dan tidak bisa jaga anaknya lagi," terangnya.

Hingga berita ini selesai ditulis, informasi dari keluarga, Zahra dikatakan masih belum siuman. Sementara informasi dari petugas medis mengatakan, jika kondisi si bayi sudah mulai membaik.

Sebagaimana diketahui, Zahra adalah bayi berusia lima bulan yang diduga menjadi korban malpraktik di Klinik Azalia, Jumat malam (10/11/2017). Pengakuan pihak keluarga, Zahra mengalami kejang-kejang dan tak sadarkan diri sesaat setelah mendapatkan suntikan obat dari petugas medis klinik. Zahra pun akhirnya di bawa lari ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik.


Laporan: Mas Jaya

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations