Iklan Clarion

Warga Desa Puusuli Butuh Listrik

SULTRAKINI.COM: KONUT – Warga Desa Puusuli, Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara meminta agar Pemerintah Daerah segera merealisasikan aspirasi yang telah disampaikan warga, terkait kebutuah akan lisrik di desa tersebut.

Diungkapkan Kepala Desa Puusuli, Jumadil Haruna, atas kebutuhan penerangan di desanya telah melaporkannya kepada Pemda, bahwa sejak desa itu berdiri hingga kini tidak ada lisrik yang masuk.

Menurutnya, untuk penerangan saat ini warga desa mengandalkan Genset pengadaan PNPM tahun 2014 yang baru digunakan tahun 2015. Namun tidak seluruhnya warga bisa menikmati fasilitas ini. “Saat ini kami hanya menggunakan Genset untuk penerangan,” ungkap Kades, Selasa (30/08/2016).

 

Dengan Genset, warga mendapatkan penerangan mulai pukul 18.00 Wita hingga pukul 06.00 Wita. Sayangnya fasilitas ini hanya dapat dinikmati 67 rumah. Sebab, untuk bahan bakar genset warga harus membayar Rp100 ribu perbulan dan Rp120 bagi yang memiliki TV.

Sedangkan bagi warga yang tidak mampu membayar dengan besaran tersebut, terpaksa harus menggunakan lampu pelita untuk penerangan di rumahnya.

Dengan kondisi ini, Jumadil berharap Pemda Konut dapat memikirkan solusi agar Desa Puusuli dapat dijangkau oleh listrik PLN. “Kami berharap agar PLN bisa masuk di desa Puusuli,” harapnya.

Dari reportase SULTRAKINI.COM ke desa ini diketahui, desa dengan warga yang kebanyakan petani ini termasuk wilayah yang terisolir. Dari jalan utama, desa ini berjarak 7 kilometer dengan akses yang sangat sulit ditempuh, karena jalan yang masih berupa tanah. Sehingga jika hujan akan sangat becek, begitu pula jika musim kemarau akan berdebu.

Namun demikian, harapan warga desa untuk mendapatkan penerangan tidak surut. Apalagi saat ini Pemda tengah berencana melakukan perbaikan jalan sesuai hasil kunjungan Wakil Bupati Konut, Rauf dan anggota Komisi B DPRD.

“Harapan itu tetapkan kita sampaikan, agar bagaimana Pemda memberikan jawaban atau solusi yang terbaik dalam hal peneranagan di Desa Tapusuli. Sehingga warga dapat merasakan penerangan seperti di desa yang lain,” tutupnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.