SULTRAKINI.COM: KONAWE - Program pembuatan website (web) desa di Kabupaten Konawe menjadi sorotan. Betapa tidak, program tersebut dinilai telah "membuang" anggaran Dana Desa (DD) senilai lebih dari Rp 2,2 miliar.

Wow, Rp 2,2 M Anggaran DD Habis Untuk Pembuatan Web
Kabid Hukum dan Otoda Projo Konawe, Abiding Slamet (Foto: Mas Jaya/SULTRAKINI.COM)

Temuan itu dikemukakan Organisasi Masyarakat Pro Jokowi (Ormas-Projo) Konawe. Kepala Bidang Hukum dan Otonomi Daerah Projo Konawe, Abiding Slamet menuturkan, sebanyak 72 desa pada yujuh kecamatan di Sampara Raya telah ikut dalam sebuah program pengadaan web desa.

Pada program tersebut, masing-masing desa menggelontorkan DD hingga Rp 31 juta. Jika diakumulasikan, totalnya anggaran mencapai Rp 2.232.000.000.

"Padahal hanya untuk pembuatan web saja. Kok, harus mengeluarkan anggaran dana desa dengan nilai yang sangat fantastis," jelas Abiding, Minggu (8/10/2017).

Sebagai perbandingan kata Abiding, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) juga punya program pembuatan web desa. Akan tetapi, nilainya tidak sebesar itu.

"Di Konsel itu, dengan uang yang hanya enam jutaan, tiap desa sudah bisa buat web. Nah, di sini kok nominalnya sampai tiga puluh satu juta hanya untuk sebuah web," terangnya.

Berdasarkan hasil penelusuran SultraKini.Com, program web desa tersebut diinisiasi oleh PT CMA (salah satu perusahaan media). Belum diketahui secara pasti untuk apa saja biaya senilai Rp 31 juta per desa tersebut. Akan tetapi informasi diperoleh bahwa anggaran dipakai untuk biaya pelatihan pembuatan web desa, biaya pendampingan selama setahun oleh penyedia jasa dan biaya pembelian perangkat elektronik untuk kebutuhan web.

Berdasarkan pemberitaan media yang menginisiasi program tersebut, program web desa sudah berjalan. Pada 12 Agustus 2017, telah dilaksanakan kegiatan pelatihan cara membuat web desa, sistem informasi potensi desa dan pasar digital. Kegiatan itu digelar di salah satu hotel di Kendari.


Laporan: Mas Jaya

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations