PT Jhonlin Buka Suara Terkait Kapal Sandar di Dermaga Kasipute

SULTRAKINI.COM: BOMBANA –Perusahaan tebu PT. Jhonlin Batu Mandiri akhirnya buka suara terkait sandarnya kapal Landing Craft – Tank (LCT) bernama Jhoni XLV yang berlabuh di Dermaga Kasipute Kabupaten Bombana Sabtu, 25 April 2020.

Dalam konfrensi pers, Minggu 26 April 2020, Manejer personil dan General Affair, PT. Jhonlin Batu mandiri, Teguh Budiono, memaparkan bahwa kapal itu membongkar muatan kenderaan milik perusahaannya. Kapal itu dari Batu Licin, Kalimantan Selatan.

Dalam kapal itu, terdapat 21 anak buah kapal (ABK) serta 50 Karyawan ditambah satu orang dokter pribadi. Kapal itu akan berlabuh selama tiga hari sejak sandar, 25 April 2020.

Tekait pencegahan Covid 19, Teguh menjelaskan, sebelum sandar di dermaga Kasipute, ABK dan karyawan itu sudah diperiksa oleh dokter pribadi di atas kapal. Pemeriksaan berupa rapid tes dan scan suhu tubuh. hasilnya, non reaktif dan bersuhu normal.

“Soal covid-19, kami lebih hati-hati. Selain cek rapit test, kami juga cek suhu badan oleh dokter yang kami bawah. Karyawan yang datang itu akan kami karantina pula sendiri, selama 14 hari. Tempatnya sudah kami siapkan di perusahaan kami,” pungkas Teguh.

Dia menjelaskan, sebelum kapal itu tiba di dermaga Kasipute, pihaknya sudah koordinasi dengan pihak Satgas Covid-19 Kabupaten Bombana.

Hal itu diakui oleh Satgas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Bombana. Melaui juru bicaranya, Heryanto, mengaku satgas sudah menerima hasil rapid test dan suhu badan dari dokter PT Jhonlin yakni dr Mayo Yapri. “Semua hasil tes itu terlampir, dan ada sama satgas. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Apalagi di istimewakan. Semua terbuka,” jelasnya.

Bahkan kata Heryanto, bukan hanya memeriksa jalur laut, tetapi sebelum hadirnya kapal itu, pihaknya sudah mendapat laporan dari satgas di pintu palang masuk rute Kendari-Bombana, bahwa ada pihak PT jhonlin yang masuk lewat darat. Sebanyak 10 orang.

“Kami periksa mereka, sesuai protokol standar kesehatan kita. Chek suhu badan, hingga perintah isolasi mandiri. Itu melibatkan tim satgas pos perbatasan, Satgas Kecamatan Lantari Jaya, Satgas Desa Watuwatu dan Satgas Desa Tinabite,” terangnya.

Ketua PPNI Sultra itu mengatakan Sulawesi Tenggara belum memberlakukan isolasi wilayah, sehingga pihaknya tidak bisa melarang orang masuk seperti di wilayah Bombana. Kendati begitu, sambung Heryanto, setiap masyarakat yang masuk dan keluar selalu didata dan diawasi oleh satgas kabupaten.

“Satgas terus bekerja, setiap yang masuk selalu diawasi termasuk tenaga kerja pihak Jhonlin. Kami sudah memeriksa mereka sesuai dengan protab yang berlaku, hingga perintah isolasi mandiri selama 14 hari,” terang Heryanto.

Diketahui PT. Jonlin Batu Mandiri memiliki usaha konsesi perkebunan tebu di Kecamatan Lantari Jaya dan Rarowatu Utara Kabupaten Bombana. Luas izin kemaraunya sekitar 20 ribu hektar.

Laporan: Badar
Editor: Habiruddin Daeng

beras pokea

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.