SULTRAKINI.COM: KENDARI - Ketua Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Sulawesi Tenggara (Sultra), Herianto, mengecam sikap Direktur RSUD Muna yang dianggap tidak bertanggungjawab terhadap perawat yang menjadi korban dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian oleh salah seorang keluarga pasien.

Dianggap Lepas Tanggung Jawab, Direktur RSUD Muna Bakal Diaduhkan ke Bupati
Ketua DPW PPNI Sultra, Herianto. (Foto: Wayan Sukanta/SULTRAKINI.COM)

"Tidak seharusnya Direktur Rumah Sakit bersikap seolah-olah tidak mau tahu atas masalah yang menimpa petugasnya. Padahal ini kan masih dalam konteks institusi yang sedang bertugas di pelayanan. Jangan hanya menuntut untuk meningkatkan pelayanan, kalau direkturnya sendiri tidak mau memberikan jaminan keselamatan terhadap petugasnya, seperti yang terjadi saat ini," ujar Herianto kepada SultraKini.Com ditemui di ruang kerjanya, Kamis (7/12/2017).

Menindaklanjuti hal tersebut, Herianto dengan mengatasnamakan PPNI akan mengadukan sikap Direktur rumah sakit kepada Bupati Muna.

"Saat ini saya masih menunggu hasil investigasi dari pengurus PPNI Muna atas persoalan yang menimpa perawat kami. Dalam waktu dekat, saya akan bertemu dengan Bupati Muna, Rusman Emba untuk menyampaikan masalah ini. Tapi saya perlu ingatkan juga, kalau Direktur Rumah Sakit tidak mau bertanggungjawab dan mengurus persoalan ini, saya akan tarik semua perawat yang masuk dalam anggota PPNI," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang perawat di RSUD Muna menjadi korban dugaan pencemaran nama baik, setelah salah seorang menyebarkan ujaran kebencian ke media sosial yang menyebut sebagai pelaku penyebab kematian pasien.

Akibatnya, perawat yang diketahui bernama Evi Apriyani Amir, dihujat warga net dan dikecam oleh banyak pihak.

(Baca: Dituduh Hilangkan Nyawa Pasien, Seorang Perawat di Muna Lapor Polisi)


Laporan: Wayan Sukanta

IKLAN KPU IKLAN LION

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations