Eksplor Pesona Wisata Butur Lewat Komunitas Penyelam

SULTRAKINI.COM: BUTON UTARA – Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara juga menyimpan kekayaan alam yang sungguh luar biasa melimpahnya, selain 16 wilayah lainnya di “Bumi Anoa” ini. Letaknya di wilayah kepulauan menjadikan Butur memiliki potensi wisata bahari dan wisata petualangan.

Tahukah wilayah Butur memiliki sejumlah danau yang eksotik dan kontur yang menawan. Indahnya objek wisata danau itu akan dieksplor oleh Komunitas Penyelam Rock And Roll Diving (RRD) dalam beberapa hari ke depan.

Komunitas Penyelam RRD Kota Baubau akan mengeksplor Danau Ee Nunu, Danau Pasarambo Laea, Danau Eengkapala, Danau Moloku, dan Danau Matantahi di Kecamatan Kulisusu bersama sejumlah turis dari Rusia, New Zealand, dan Denmark.

Tampak di luar Danau Moloku. (Foto: Dok. Komunitas Penyelam RRD Kota Baubau)
Tampak di dalam Danau Moloku. (Foto: Dok. Komunitas Penyelam RRD Kota Baubau)

Keenam orang penyelam dari komunitas serta lima orang turis membuktikan masing-masing danau memiliki keunikan tersendiri serta dinding batu danau yang kuat.

Danau Ee Nunu memiliki dua jalur akses dengan kedalaman maksimal 18 meter, Danau Pasarambo Laea memiliki ruangan yang besar dan dalam hingga mencapai 35 meter, Danau Moloko yang baru dieksplor empat jalur, Danau Matantahi yang dieksplor hingga kedalaman 40 meter dan masih dalam lagi.

Fortune
Tampak di luar Danau Ee Nunu. (Foto: Dok. Komunitas Penyelam RRD Kota Baubau)

Mulut jalur Danau Matantahi berada di kedalaman 12 meter dan menurun seperti terowongan hingga kedalaman 20 meter, terdapat tiga persimpangan yang masing-masingnya menuju ke kedalaman berbeda-beda.

Tampak di dalam Danau Matantahi. (Foto: Dok. Komunitas Penyelam RRD Kota Baubau)

Di antara gua tersebut, Pemandu Wisata dari tim Komunitas Penyelam RRD, Sudiar, menyebut Gua Pasarambo Laea menyimpan keunikan yang eksotik dan indah usai melakukan penyelaman di kedalaman 25 meter dan kedalaman 30 meter.

“Di struktur gua ini sangat unik, memiliki dua kamar besar, kami juga menemukan fosil siput dan klem raksasa, ada juga ikan air tawar, belut, dan ikan nila yang tinggal di dalam gua ini,” jelas Sudiar kepada Sultrakini.com yang diberikan kesempatan ikut menikmati keindahan wisata gua air, Kamis (6/2/2020).

Tampak di dalam Danau Pasarambo Laea. (Foto: Dok. Komunitas Penyelam RRD Kota Baubau)

Sudiar berharap pemerintah daerah setempat maupun pemerintah pusat semakin sadar akan potensi wisata bahari di Butur. Hasil eksplor mereka diharapkan juga menggugah keinginan kuat dari pemerintah daerah untuk mengembangkan dan menjaga kelestarian potensi wisata tersebut.

Laporan: Ardian Saban
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.