SULTRAKINI.COM: WAKATOBI - Kepala Polisi Pamong Praja, La Ode Kuhaeri mengungkapkan insiden pemukulan demonstran mahasiswa Sekolah Tinggi Islam (STAI) Wakatobi oleh anggotanya telah mencoreng nama institusi.

Kasatpol PP Wakatobi: Jika Terbukti Benar Memukul, Saya Serahkan ke Polisi
Pemukulan mahasiswa oleh Satpol PP saat melakukan aksi protes pengangkatan ketua BEM STAI Wakatobi secara aklamasi pada 30 November 2017 di depan STAI Wakatobi. (Foto: Amran Mustar Ode/SULTRAKINI.COM)

"Ini jelas telah mencoreng nama baik institusi," kata La Ode Kuaeri, Senin (4/12/2017).

(Baca: Usai Dipukuli, Tiga Mahasiswa STAI Wakatobi di DO)

Sebagai tindak lanjut, dirinya kemudian menyerahkan kasus pemukulan tersebut ke pihak kepolisian guna diproses hukum, apabila terbukti bersalah. Bahkan secara internal, dia mengaku telah memberikan teguran keras kepada sejumlah anggotanya yang terlibat insiden pemukulan tersebut, ketika para demonstran memprotes pengangkatan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa STAI Wakatobi secara aklamasi pada 30 November 2017.

"Jika anggotaku benar terbukti melakukan pemukulan, maka saya serahkan saja sama kepolisian," lanjut La Ode Kuaeri.

Menurutnya, aksi pemukulan di depan STAI Wakatobi itu tidak diketahui dirinya. Bahkan tidak mengeluarkan surat tugas melakukan pengamanan aksi protes pengangkatan ketua BEM STAI Wakatobi tersebut. Dia juga menyayangkan aksi pemukulan itu terjadi terhadap tiga mahasiswa STAI Wakatobi.

"Yang saya tahu, mereka itu adalah mahasiswa di STAI yang mungkin saja mereka kesana untuk menghadiri acara Maulid Nabi, yang jelas tidak ada surat tugas atau perintah bahwa mereka turun untuk mengamankan aksi," ungkap La Ode Kuaeri.

Informasi yang dihimpun SultraKini.Com, saat mahasiswa melakukan aksi didepan kampus tersebut, puluhan Sat Pol-PP Wakatobi turun mendatangi lokasi menggunakan satu unit mobil dalmas Pol-PP.


Laporan: Amran Mustar Ode

IKLAN KPU IKLAN LION

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations