Kisruh Gerindra Kolaka, Bendahara Dituding Gerakkan Kudeta Ketua

SULTRAKINI.COM : KOLAKA – Upaya menggulingkan kepemimpinan Yusnan Gultom sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kolaka yang dipelopori 8 dari 12 pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC), kini mendapat reaksi balik.Yusnan menuding, dibalik sikap 8 PAC yang memintanya mundur dari kursi Ketua Gerindra Kolaka dinilai tidak murni sebagai suara kader, melainkan gerakkan by desain yang dimotori oleh Bendahara DPC, Hamzah.\”Orang seperti Hamza ini sangat berbahaya berada dalam partai. Dipikirannya selalu melakukan pembusukan dan penghasutan antar sesama kader,\” kesal Yusnan Gultom didampingi sekertarisnya, Abdu Muhamad ditemui di Sekertariat Gerindra Kolaka, Senin (22/2/2016).Menurut Yusnan, mosi tidak percaya yang dialamatkan padanya, dengan menyebutkan dirinya gagal mengelola partai berlambang kepala burung Garuda di Kolaka merupakan subyektifitas belaka. Bahkan fitnah yang sengaja dihembuskan guna menumbangkan posisinya selaku ketua DPC.\”Saya dituding tidak pernah menggelar rapat pengurus. Tapi coba liat ini daftar hadir rapat konsolidasi yang dilaksanakan pertengahan Desember 2015. Ini ada nama-nama pengurus DPC dan 12 PAC yang hadir. Lihat ini ada dokumentasi foto, ada juga Hamza ikut rapat,\” terang Yusnan sembari menunjukkan dokumen administratif.Tentang program kerja partai. Yusnan pun menampik bila ia disebut vakum menjalankan kegiatan program kerja partai.\”Ini juga ada dokumen foto kegiatan sunat massal, penyaluran bantuan rumah ibadah. Semua pengurus hadir termasuk disaksikan langsung anggota dewan asal Gerindra. Dan, masih banyak lagi kegiatan sosial kemasyarakan yang kita lakukan selama saya menjadi ketua DPC,\” terang pengusaha tambang ini.Begitu pula dalam hal pengelolaan keuangan partai. Yusnan menegaskan dirinya sangat taat dengan mekanisme administratif yang mengatur penggunaan dan pertanggungjawaban dana. Sejak 2014 sampai 2015, pencairan dana partai selalu diketahui dan ditandatangani oleh Hamzah.\”Seharusnya Hamza lebih paham kalau bicara pengelolaan keuangan partai karena dia selaku bendahara. Tapi anehnya selama diberikan kewenangan mengelola dana, tapi giliran diminta laporan penggunaan uang dia tidak bisa pertanggungjawaban. Bahkan beberapa item pembelajaan sangat tidak rasional angka pengeluarannya. Dan, hal itu terjadi berulang-ulang,\” ungkap Yusnan.Karena dianggap tidak cakap menjalankan tugasnya, sehingga kewenangan itu diberikan kepada wakil bendahara.\”Untuk apa menyandang bendahara tapi tidak mampu membuat laporan keuangan partai. Taunya hanya menggunakan uang tapi tidak jelas pembelanjaannya. Liat ini ada daftar penerima honor sebagai pengurus, Hamza juga tiap bulan 1,5 juta rupiah dan dia tandatangani. Herannya disana sini mengumbar tidak dilibatkan. Ini namanya kan munafik ,\” kata Yusnan dengan nada kecewa.Mengenai surat pernyataan sikap 8 PAC yang dilayangkan ke DPP, Yusnan membenarkan surat itu diterima pihak DPP.Hanya saja, kata Yusnan, surat itu tak ditanggapi oleh DPP karena setelah dikroscek nama-nama pengurus PAC yang membubuhi tandatangan rupanya ditemukan adanya pemalsuan.\”Setelah saya konfirmasi pengurus PAC, ternyata banyak yang tidak mengakui telah ikut bertanda tangan. Kalau seperti itu disinyalir ada oknum yang sengaja merekayasa,\” kata Yusnan.Karena Hamzah dianggap mendalangi gerakkan \”Kudeta\” terhadap Yusnan, kini kewenangan Hamzah sebagai bendahara umum untuk sementara didelegasikan ke wakil bendahara.\”Saya sudah kasi surat peringatan. Ini bagian dari pembinaan. Dan, untuk sementara tugasnya dilimpahkan ke wakil bendahara,\” ujar Yusnan.Kontras dengan tudingan miring padanya. Yusnan menyebutkan justru dirinya dianggap berhasil menahkodai DPC sehingga diundang pihak DPP untuk diberikan kepercayaan menata infrastruktur partai di Sultra.\”Beberapa hari lalu saya diundang oleh DPP untuk menata partai ini di Sultra. Padahal jabatan saya hanya ketua DPC tapi saya dapat tugas khusus. Sebagai kader harus loyal,\” tambah Yusnan.(C)Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.