SULTRAKINI.COM: MUNA BARAT - Pemerintah Desa Marobea, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, membangun pasar sederhana di pertigaan Tugu Jagung menggunakan dana desa sekitar Rp 304 juta. Pembangunan mulai dilaksanakan di 2017 ini akan dijadiakan lokasi pemasaran hasil pertanian dan produk lainnya dari masyarakat setempat.

Mulai 2018, Kades Marobea Targetkan Pasar di Tugu Jagung Beroperasi
Proses pembangunan pasar di sederhana di pertigaan Tugu Jagung Desa Marobea, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat, Sultra. (Foto: Akhir Sanjaya/SULTRAKINI.COM)

"Pasar desa ini dibangun untuk memasarkan produk-produk yang dihasilkan oleh masyarakat desa, karena pasar tersebut merupakan sentral pertemuan di tiga titik, yaitu dari Buton, Raha, dan Kambara," kata Kepala Desa Marobea, La Uni Samir, Kamis (7/12/2017).

Menurutnya, pengadaan pasar memiliki fungsi pengembangan ekonomi masyarakat desa, yakni fungsi penguatan modal sosial atau nilai-nilai budaya desa, dan fungsi peningkatan PADes.

"Kemajuan perdagangan desa, turut menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat desa. Situasi transaksi perdagangan berbagai komoditas hasil produksi perdesaan, mencerminkan potensi putaran uang di desa," ujar La Uni Samir.

Rencananya, pasar akan dibuka setiap tiga hari dengan menjualkan hasil pertanian masyarakat desa, berupa cabe, bawang, kelapa, pisang, sayur mayur, jagung, tahu, ikan, dan sembako serta lainnya.

"Peminat untuk penggunaan pasar desa sudah cukup tinggi," terang La Uni Samir.

Hingga kini, proses pembangunan pasar dua bagunan tersebut mencapai 85 persen dan ditargetkan rampung akhir Desember 2017, untuk dioperasikan pada Januari 2018.

Desa Marobea sebenarnya telah memiliki pasar. Namun kondisi bangunan terlihat kumuh, sehingga masyarakat mengusulkan kembali dibangunkan pasar.


Laporan: Akhir Sanjaya

IKLAN KPU IKLAN LION

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations