Musadar Tak Masuk Bidikan PKS

SULTRAKINI.COM:KENDARI- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mulai mengintip peluang para Calon Walikota Kendari yang kini tengah berebut meraih simpatik masyarakat Kota Kendari. Nama yang anyar disebut berpeluang mendapatkan simpatik partai berlambang bulan kembar dan padi ini adalah Adriatma Dwi Putra (ADP), Abdul Rasak dan Muhammad Zayat Kaimoeddin, lalu ke mana Musadar Mappasoba?

Diusung oleh PKS selama dua periode menduduki jabatan Wakil Walikota Kendari ternyata bukan jaminan bagi Musadar untuk mudah bersanding kembali dalam perebutan kursi Walikota kendari.

Secara mengejutkan, pihak DPW PKS menyebut Musadar bukanlah kader PKS, melainkan orang yang pernah diusung dalam pilwali sebelumnya.

\”Selama ini, Musadar tidak mendaftar di PKS, Beliau kan bukan kader melainkan pasangan yang pernah diusung partai,\” tegas Ketua DPW PKS, Sulkhoni yang ditemui dalam acara reses salah seorang anggota DPRD Sultra dari fraksi PKS, Jumat (3/6/2016).

Sejauh ini, menurut Sulkhoni belum ada komunikasi soal keinginan Musadar yang akan tampil sebagai calon Walikota. \”Kalau Pak Musadar mendaftar di partai lain kami juga tidak tahu, demikian juga soal beliau memilih jalur independen kami belum pernah komunikasi soal itu,\” katanya lagi.

Sebelumnya, Musadar yang ditemui SULTRAKINI.COM, Selasa (31/5/2016) mengaku masih berhubungan baik dengan PKS. Menurutnya saat ini dia dan partai dakwah itu tidak ada masalah, hanya kalangan tertentu yang memanasi.

\”Baik, baik, tidak ada masalah. Orang memanas-manasi saja,\” singkatnya.

\”Saya itu disemai, besar dan bersama-sama dengan kawan-kawan yang lain meniti perjuangan di PKS. Nda ada (masalah) hanya karena persoalan pangkat jabatan. Tetap bersama PKS,\” imbuhnya.

Pengumpulan KTP dukungan warga yang dilakukannya, kata dia, adalah wujud kesungguhan mempersiapkan diri bertarung di Pilwali nanti. Dia tengah mempersiapkan \”pelampung\” bila saja semua peluang lewat pintu partai tertutup.

\”Saya ini mengumpul KTP itu wujud kesungguhan, bahwa kita mempersiapkan diri sungguh-sungguh kalau-kalau semuanya tertutup, dan itu jalan satu-satunya,\” jelasnya.

Namun pernyataan itu buru-buru diklarifikasinya. \”Maksud saya dengan KTP itu tetap dengan PKS pada akhirnya,\” ujarnya.

Saat ditanya bila PKS justru mengusung kader lainnya, Musadar hanya menjawab singkat. \”Pasti itu yang terbaik menurut PKS, jadi pasti itu yang terbaik,\” jawabnya.

Apakah akan tetap maju sendiri lewat jalur independen seperti yang tengah diupayakannya? Musadar masih sangat percaya diri tetap bersama PKS.

\”Kayaknya tidak akan terjadi itu yang begitu-begitu. Saya tidak akan berpisah dengan PKS,\” tegasnya optimis.

Saat dimintai ketegasan sikapnya untuk maju sendiri di Pilwali nanti bila PKS mengusung calon lain, dia hanya menjawab \”nanti dilihat\”.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.