SULTRAKINI.COM: MUNA - Seketika ribuan masyarakat di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara tumpah ruah pada pembukaan Festival Pantai Meleura (FPM) 2017 yang mengusung tema membangun daerah melalui pariwisata dan kearifan lokal di Desa Lakarinta, Kecamatan Lohia.

Pembukaan FPM 2017 'Dibanjiri' Manusia
Nampak dari ketinggian suasana pantai Meleura yang dipadati peserta lomba perahu hias pada pembukaan Festival Pantai Meleura (FPM) 2017. (Foto: Arto Rasyid/SULTRAKINI.COM)

Tepatnya Rabu, 20 Desember 2017 sekitar pukul 09.30 Wita, festival diawali dengan lomba kuliner khas Muna yang diikuti oleh organisasi wanita Forkopimda, 33 SKPD, dan 22 Kecamatan.

Salah satu peserta lomba dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) yang ditemui SultraKini.Com mengatakan, untuk menyajikan sekitar 30 porsi masakan tradisional, pihaknya membutuhkan persiapan selama satu hari. Selain berharap bisa menjuarai perlombaan, juga sebagai bentuk dukungan mensukseskan FPM.

"Ada 30 porsi baik dari makanan pokok, lauk, dan kue yang biasa disajikan pada acara adat Haroa. Kita sajikan dalam aneka jenis cita rasa, seperti lauk Kasinganga yang digoreng pakai campuran telur, lapa, dan ketupatnya dari beras Muna, ada Kadu minyak dari beras ketan yang dimasak pakai santan yang diisi ayam. Terus ada kue Kalo-kalo dari tepung beras," kata Ayisah, Rabu (20/12/2017).

Sementara itu, sekitar pukul 12.38 Wita, Pelaksana Tugas Gubernur Sultra, Saleh Lasata beserta rombongan didampingi Bupati Muna, LM. Rusman Emba yang tiba di lokasi FPM, langsung disambut dengan pengalungan bunga, tarian silat muna dan tarian Linda yang menjadi ciri khas Muna dalam acara penyambutan para tamu.

Rusman Emba mengungkapkan Festival Meleura merupakan perwujudan dari upaya pemerintah mendorong percepatan pembangunan industri pariwisata di daerah, hal ini sejalan dengan brand wisata Kabupaten Muna, yakni Mai Te Wuna (Datanglah di Muna).

Selain itu, menyadari bahwa pelaksanaan pembangunan harus dilaksanakan dengan tiga pilar, yakni peningkatan ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan. Ketiga pilar inilah yang melatarbelakangi pemerintah menempatkan sektor pariwisata sebagai baris depan dalam peningkatan ekonomi di Kabupaten Muna.

"Kita memiliki banyak potensi wisata baik wisata gunung, pantai, budaya, dan religi maupun kuliner. Butuh kerja keras dan kerja sama dari semua pihak agar pariwisata Muna dapat sejajar dengan daerah lain yang lebih dulu maju. Saya berharap, festival ini menjadi awal bagi kita semua, pemerintah dan masyarakat untuk lebih serius membangun pariwisata," ucap Rusman dalam sambutannya membuka secara resmi FPM.

Penyambutan Pelaksana Tugas Gubernur Sultra, Saleh Lasata (kiri) didampingi Bupati Muna, LM. Rusman emba (kanan) pada pembukaan Festival Pantai Meleura (FPM) 2017. (Foto: Arto Rasyid/SULTRAKINI.COM)

Badan Litbang yang turut serta dalam perlombaan kuliner khas Muna pada pembukaan Festival Pantai Meleura (FPM) 2017. (Foto: Arto Rasyid/SULTRAKINI.COM).

Dikesempatan yang sama, Saleh Lasata menyanjung semangat dari Bupati Munadalam mengembangkan sektor pariwisata pantai Meleura. Menurutnya, pantai tersebut memiliki potensi yang luar biasa dan kini menjadi spot pariwasa baru di Sultra.

Dia juga berharap, Pemda Muna menghidupkan kembali budaya serta kearifan lokal sebagai pendukung pengembangan pariwisata di daerah setempat.

"Tetap menjaga kearifan lokal di Muna, baik itu seperti Modero, Kantola, Kabhanti, Rabhi Mbolo, dan banyak lagi lainnya dengan tujuan agar dari generasi ke generasi kita tidak buta dengan peninggalan leluhur," jelas Saleh Lasata.

Pembukaan FPM 2017, masyarakat dihibur dengan penampilan apik artis dangdut ibu kota Jakarta, Jenita Janet serta lomba perahu hias.

Meski sempat diguyur hujan dan angin kencang, tidak menyurutkan antusis ribuan masyarakat dari segala penjuru terus berdatangan memadati lokasi festival. Bahkan belakangan diketahui, masyarakat dari Kabupaten Muna Barat dan Buton Tengah turut hadir menyambut pergelaran tersebut.


Laporan: Arto Rasyid

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations