Protes, PSSI Tak Sengaja Makan Daging Babi di SEA Games 2019

SULTRAKINI.COM: Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) kecewa kepada panitia penyelenggara SEA Games 2019 di Filipina yang tidak memberi tanda terhadap makanan halal atau non-halal untuk para atlet.

Direktur Media PSSI, Gatot Widakdo, mengungkapkan kekecewaannya terhadap keteledoran penyelenggara SEA Games 2019. Kekecewaan tersebut terkait soal ketidakjelasan pembagian produk makanan halal dan non-halal.

Hal tersebut menyebabkan Gatot bersama atlet timnas sepak bola U-22 tidak sengaja mengkonsumsi daging babi. Padahal sebagian besar mereka merupakan Islam. Oleh karena itu, ia berharap ke depannya penyelenggara bisa lebih memperhatikan hal tersebut.

Dari sebelas negara yang ikut berpartisipasi dalam SEA Games 2019, tiga di antaranya adalah negara berpenduduk mayoritas beragama Islam, termasuk Indonesia.

Selain protes dari Indonesia, ternyata Singapura dan Thailand protes terkait kinerja penyelenggara SEA Games 2019.

Pada Senin, 25 November 2019, Tim Singapura melayangkan protes kepada PHISGOC lewat surat. Mereka menyayangkan jumlah transportasi dan makanan halal yang kurang. Bahkan, tim mereka harus membeli makanan sendiri.

Begitu juga dirasakan Tim Thailand yang mengalami kekurangan persediaan air minum. Tim mereka juga akhirnya harus membeli air minum sendiri.

Terkait insiden ini, Komisi Nasional Muslim Filipina pun turut angkat bicara. Mereka menyatakan sebelumnya PHISGOC mengabaikan panggilan untuk memastikan makanan halal tersedia untuk atlet dan tamu Islam pada SEA Games 2019.

Gatot Widardo menerangkan, hingga kini masih belum ada perkembangan. Namun, ia berharap ke depannya penyelenggara, khususnya pihak hotel tempat cabor sepak bola menginap harus memperbaiki diri untuk memisahkan makanan halal dan non-halal.

“Sampai sekarang masih belum ada perkembangan. Jadi kami berharap pada hari-hari berikutnya mereka memisahkan makanan halal dan non-halal,” ujar Gatot Widakdo.

Harry warga negara, merespon insiden Timnas Indonesia U-23 yang di kabarkan tidak sengaja memakan daging babi karena tidak ada informasi yang jelas dari panitia penyelenggara pertandingan olahraga Asia Tenggara Filipina ( PHISGOC).

“Kami sudah komunikasi lewat manajer cabor, sampaikan ke atlet jangan makan sembarangan. Kalau tidak yakin dengan makananya atau ada yang aneh, jangan dimakan. Kita punya menu pengganti seperti rendang, cakalang asap, tuna asap, dendeng balado, dan lain-lain,” kata Harry.

Harry juga telah menagih janji PHISGOC untuk membedakan makanan halal dan non-halal, juga tempat ibadah.

“Janjinya mereka menyatakan akan dibedakan di setiap venue dan ada musala juga. Tetapi, teknis di lapangan bisa juga mungkin tidak siap atau belum siap,” ucapnya usai pengukuhan kontingen Indonesia di Hall Basket, Kompleks Gelora Bung Karno (GNK) Senayam, Rabu (27/11/2019).

Dari berbagai sumber
Laporan: Fatima

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.