SULTRAKINI.COM: Jakarta - Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita menilai tutupnya sejumlah gerai ritel modern belakangan ini diakibatkan perubahan pola belanja masyarakat.

Sekarang Pola Belanja Milenial Berbeda
Sekarang Pola Belanja Milenial Berbeda

"Mereka (masyarakat) hanya shifting saja. Sekarang kelompok milenial yang spendingnya tinggi pola belanjanya berbeda," kata Enggartiasto di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (6/11).

Menurut pria yang akrab disapa Enggar itu anak muda lebih senang melakukan belanja online dibanding datang langsung ke pusat perbelanjaan.

"Anak muda sekarang untuk jalan pergi, pilih-pilih, naik turun sudah malas. Mereka pilihannya lihat Instagram. Lihat di sana ada online, dia enggak mau lagi jalan jalan," katanya.

Dirinya pun menyatakan, pemerintah tak bisa mengubah pola belanja tersebut. Enggar mengatakan tak dapat memaksakan keinginan belanja dari masyarakat.

"Bagaimana solusinya? Mau bilang jangan pergi ke online dong, beli ke departemen store. Mana mau. Enggak ada itu diimbau, itu nature market," jelasnya.

Enggar juga menegaskan, masalah daya beli bukan faktor utama toko ritel yang tutup. Sebab, menurutnya, laporan keuangan dari perusahaan ritel yang terdaftar di bursa saham masih positif.

Selain itu, Enggar menambahkan, tak ada insentif khusus kepada pelaku usaha ritel.

"Enggak ada urusan daya beli. tidak ada. dari mana lihatnya? lihat saja dari neraca laporan keuangan mereka yang public listed company," kata dia.

"Ngapain kita kasih insentif. Debenhams tutup, tapi MAPnya penjualannya, naik labanya naik. Ngapain dikasih insentif ya kan. Matahari department store naik revenue nya, penerimaannya naik, laba bersihnya naik, terus ngapain lagi dikasih insentif," tutupnya. 


Sumber: Detik.com

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations