Iklan Clarion

Telan Dana Miliaran, Kolam Renang di GOR Kolaka Rusak Sebelum Digunakan

SULTRAKINI.COM: KOLAKA – Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara menggelontorkan anggaran miliaran rupiah untuk pembangunan kolam renang di kompleks Stadion Gelora.

Berdsarakan data yang diperoleh dari Website LPS Pemda Kolaka tercatat jumlah uang rakyat yang dialokasikan melalui APBD untuk pembiayaan pembamgunan infrastruktur kolam renang dalam kurun waktu tahun 2012 hingga 2016 kisaran Rp 5, 230 miliar.

Dalam daftar lelang LPS tersebut dirincikan, yakni APBD 2012 dikucurkan sebesar Rp 1,9 miliar untuk pembangun infrastruktur lanjutan dari bangunan yang sudah ada sebelumnya. Tahun 2013 Pemda Kolaka menghentikan aliran dana pembangunan lanjutan karena proyek tahun 2012 tim audit menemukan masalah.

Setelah mendapat klarifikasi dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kolaka kembali menyuntik dana sebesar Rp 1,99 miliar melalui APBD 2014. Karema dinilai belum memadai, pembangunan dilanjutkan tahun 2015 dengan mengucurkan anggaran sebesar Rp 1,39 miliar, ditambah Rp 60 juta untuk anggaran pembuatan desain kelanjutan pembangunan kolam renang.

Tak sampai disitu, dengan harapan sarana kolam renamg bisa masuk kategori nasional. Uang rakyat kembali dicubit melalui APBD 2016 sebesar Rp 700 juta untuk pengadaan fasilitas penunjang kolam renang.

Idealnya,  miliaran uang rakyat yang disedot untuk pembangunan infrastruktur venue Kolam Renang sesungguhnya telah dimanfaatkan untuk mencetak bibit atlet renang di daerah yang dinahkodai Ahmad Safei.

Sayangnya, meski menghabiskan uang miliaran rupiah, namun fasilitas kolam renang belum bisa dimanfaatkan hingga saat ini.

Bahkan pantauan SULTRAKINI.COM tampak terlihat dinding tembok yang mengelilingi venue terlihat retak disetiap sudut termasuk bentangan tembok.

Begitu halnya,  plafon dibagian depan pintu teras terlihat bocor akibat tetesan air hujan dari atap bangunan utama, termasuk kaca beberapa pintu dan jendela bagian ruangan dalam terlihat pecah.

Lebih memprihatinkan lagi, rupanya air kolam tampak berwarna coklat menghitam. Informasi yang diperoleh, ternyata kolam yang berukuran cukup luas itu digunakan untuk pelihara ikan.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Dikmudora Sal Mansya ketika dimonfirmasi mengatakan bahwa belum difungsikannya kolam renang tersebut karena terkendala tidak tersedianya sumber air bersih.

“Tahun 2017 pengadaan pompa air dulu,” jawab Sal Mansyah melalui via service massage sort ketika dihubungi media ini, Rabu (7/12/2016)

Sayangnya saat ditanya terkait kondisi bangunan dinding tembok yang retak sepanjang bentangan, termasuk kerusakan sejumlah fasilitas. Adik kandung wakil bupati Kolaka ini tak menjawabnya.

Ketua KONI Kolaka Muh Jayadin saat dikonfirmasi tentang belum difungsiksnnya  kolam renang, menuturkan bahwa fasilitas yang telah ada dinilai belum memadai.

“Belum bisa difungsikan karena kolamnya belum ada sumber airnya. Sebenarnya kita ingin adakan (pompa air) tapi terkendala dana. Kan kita tau sendiri kondisi keuangan daerah kita sekarang lagi sulit,” ujarnya ditemui usai menyambangi warga penderita gangguan jiwa di Keluelrahan Sea Kecamatan Latambaga, Selasa (7/12/2016)

Kendati demikian, wakil bupati Kolaka ini optimis akan segera dibenahi.

“Mudahan mudahan setelah Dinas Pemuda dan Olah Raga n berdiri sendiri setelah pisah dari Dinas Pendidikan akan bisa mengakses dana dari Kementerian Pemuda dan Olah Raga,” harap Jayadin.

Reporter: Sumardin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.