Tidak Punya Uang, La Uku Tak Mau Nyalon Lagi

SULTRAKINI.COM: BUTON – Legislator Partai Gerindra Kabupaten Buton, La Uku mengaku enggan mencalonkan diri kembali sebagai Bupati Buton periode 2017-2022. Pasalnya, La Uku dengan jujur mengaku tidak punya uang untuk mendanai pencalonannya.\”Kalau saya ditanya calon, belum tentu calon. Karena jujur bahwa memang saya tidak punya uang, tidak punya dana. Jadi untuk pencalonan tahun ini saya belum masuk,\” ungkap La Uku, ketika diwawancarai di Kantor DPRD Buton, Senin (22/2/2016).Menurut dia, mencalonkan diri sebagai bupati sebenarnya tidak mesti harus punya uang. Namun dari pengalaman ketika mencalonkan diri sebagai Bupati Buton periode 2012-2017, fakta yang didapat adalah kalau mau menang harus punya uang, yang \”kere\” tak masuk hitungan. Hal tersebut terus berlanjut sampai sekarang.\”Dari dulu sampai hari ini tidak pernah bergeser (uang penentu kemenangan), soalnya saya pernah calon dan saya rasakan sendiri,\” ujarnya.Secara kepartaian, La Uku mengaku belum tahu dimana dan kepada siapa Partai Gerindra mengarahkan dukungan untuk mengusung calon Bupati Buton. Namun secara pribadi, dia akan mendukung calon pemimpin yang terjujur dan terbaik serta memiliki kredibilitas tinggi terhadap masyarakat. Bila hal itu tidak didapatkan, maka La Uku memilih untuk tidak memilih.\”Saya jujur, untuk kemashalatan umat, untuk keselamatan Buton, untuk kesejehteraan rakyat, saya harus konsisten untuk memilih pemimpin yang terbaik dan yang terjujur. Ketika saya tidak mendapatkan pemimpin yang terbaik, maka saya harus tidak memilih,\” katanya.\”Kriteria (pemimpin) kalau menurut saya, di dalam hal berpolitik tidak pernah berbohong. Dia berbohong juga tapi kecil-kecilan, tapi kalau sudah lebih besar kebohongnya daripada fakta menurut saya bukan begitu pemimpin,\” sambungnya.Terkait dengan kepemimpinan Samsu Umar Abdul Samiun dan La Bakry (Umar-Bakry) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buton saat ini, dalam kacamata La Uku belum dapat menyimpulkannya. Katanya, biar masyarakat Kabupaten Buton yang menilai sendiri.\”Saya sendiri tidak dapat menentukan, yang jelas bahwa bagaimana kepemimpinan sekarang masyarakat bisa menilai,\” ucapnya.Hingga kini belum ada calon Bupati Buton yang menjadi idola, sebab, La Uku tidak mau membeli kucing dalam karung sebelum mendengar penjelasan atau membaca pemaparan visi-misi dari para calon.\”Sampai hari ini belum ada yang saya dukung. Persoalannya, karena belum pernah saya baca visi misinya mereka. Jangan kita memilih kucing dalam karung, jadi harus jelas, kita ini kan negara demokrasi. Jadi berbicara pilih memilih saya ingin Buton ini selamat, saya ingin Buton ini jaya dan berjaya. Jika Buton ini dipimpin orang jujur, orang baik, pasti akan baik. Saya berharap ke depan mudah-mudahan ada pemimpin yang memihak kepada masyarakat, sebab saya tidak pernah khawatir dengan kemiskinan, tapi saya khawatir dengan moralitas,\” jelasnya panjang lebar.Untuk itu, La Uku mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Buton dalam rangka pemilihan Bupati Buton periode 2017-2022, agar lebih cerdas memilih pemimpin dan menghidupkan demokrasi, sebab hal itu dapat berkonsekuensi terhadap kesejahteraan rakyat. (C)Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.