Tunarungu yang Jadi Staf Khusus Presiden Jokowi

SULTRAKINI.COM: Angkie Yudistia menjadi salah satu staf khusus Presiden RI, Joko Widodo. Dia merupakan satu dari tujuh sosok milineal yang mendampingi tugas presiden hingga lima tahun ke depan. Tapi tahukah kamu Angkie Yudistia adalah sosok tunarungu.

Menurut Jokowi, perempuan 32 tahun itu cocok menjadi staf khusus presiden karena terbukti sukses menjadi CEO Thisable Enterprise.

“Angkie adalah anak muda penyandang disabilitas yang aktif bergerak di sociopreneur melalui Disable Enterprise. Dia juga aktif sebagai anggota Asia Pacific Deal Person, anggota Internasional Federation,” ucap Jokowi di halaman belakang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21 November 2019).

Dalam perkenalan, Presiden Jokowi memberikan tambahan tugas kepada Angkie Yudistia.

“Saya minta Angkie menjadi juru bicara presiden bidang sosial,” jelas Jokowi.

Angkie merupakan salah satu anggota Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang memang dikenal sebagai perempuan muda inspiratif.

Keterbatasan yang dimilikinya tidak menghalangi Angkie meraih segudang prestasi. Sejak kecil, Angkie mengalami gangguan pendengaran atau tunarungu karena terserang malaria.

Kejadian itu sempat membuatnya kehilangan percaya diri dan tertekan. Perasaan minder juga sempat muncul di benaknya. Namun, dukungan dari keluarga dan orang terdekat membuat dia berhasil membangkitkan semangatnya.

Bahkan Angkie butuh waktu 10 tahun untuk bangkit dari keterpurukannya itu.

Angkie Yudistia berhasil meraih gelar masternya di London School of Public Relation Jakarta. Dia juga gemar menulis. Pada 2011, dia merilis buku berjudul “Perempuan Tunarungu Menembus Batas.

Dua tahun kemudian Angkie merilis buku keduanya berjudul “Setinggi Langit “. Dan 2019, Angkie meluncurkan buku ketiganya berjudul “Become Rich as Sociopreneur”.

Angkie sempat bekerja di beberapa perusahan besar, seperti IBM Indonesia dan Geo Link Nusantara. Dia juga mendirikan Thisable Enterprise dengan rekan-rekannya pada 2011. Tujuan lembaga ini untuk memberdayakan kelompok disalibitas agar mempunyai keterampilan lalu menyalurkannya ke dunia kerja.

Lembaga ini berkembang menjadi sebuah grup yang membawahi Thisable foundation Thisable Recruitment, serta Thisable Digital. Melalui perusahaan ini, Dia menyediakan pelatihan bagi disabilitas agar siap bekerja secara profesional.

Pada 2017, Angkie kemudian bekerja sama dengan Gojek Indonesia sebagai mitra bisnis. Untuk mempekerjakan orang-orang disabilitas pada sejumlah layanan Gojek, seperti Go-Massage, Go-Clean,Go-auto, dan Go-Glam.

Thisable Enterprise juga mengeluarkan sejumlah produk yang dikhususkan pada bidang perawatan tubuh, seperti sabun dan kosmetik kecantikan.

Angkie sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan untuk membantu Jokowi dalam mewujudkan misi menuju Indonesia inklusif yang lebih ramah disabilitas.

“Sudah waktunya disabilitas bukan kelompok minoritas tetapi dianggap setara,” ucapnya.

Sumber: Katadata.co.id&Tribunnews.com
Laporan: Ilam Sari

beras pokea

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.