000 HPN Prov

Warga Diungsikan, Jokowi Sebut Kerusuhan di Wamena Ulah Kelompok Kriminal Bersenjata

SULTRAKINI.COM: Kerusuhan di Wamena, Papua banyak menelan korban jiwa, bahkan sejumlah bangunan hangus dibakar massa. Presiden RI, Joko Widodo menyebut kerusuhan ulah kelompok kriminal bersenjata.

Korban jiwa akibat kerusuhan di Wamena sebanyak 30an orang. Korban ini sebagian besar warga pendatang yang tinggal di Wamena, Papua, misalnya Provinsi Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Jawa Timur, DI Yogyakarta, dan Sulawesi Tengah.

Ada juga korban luka-luka 100 orang masih mengalami perawatan di rumah sakit, 77 orang dirawat di RSUD Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dan 23 pasien lainnya dirujuk ke Jayapura.

Tidak hanya korban jiwa, sejumlah bangunan misalnya rumah dinas, ruko, dan kantor dibakar massa.

Kini, ribuan masyarakat diungsikan ke Jayapura. Mereka diangkut menggunakan pesawat hercules. Hampir 3.100 orang utamanya perempuan dan anak-anak telah keluar dari Wamena akibat insiden tersebut.

“Pangdam (Cendrawasih 17) sampaikan bahwa untuk pengungsi yang kita utamakan ibu-ibu dan anak-anak, bapak-bapak termasuk remaja kita harapkan tetap di Wamena karena diharapkan ekonomi terus berjalan dan keamanan di Wamena kita jaga, karena di sana kita tempatkan pasukan TNI untuk dukung kepolisian,” ucap Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kepada wartawan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dilansir dari Detik.com, Senin (30/9/2019).

Bantuan berupa kapal rumah sakit KRI Soeharso juga dikerahkan TNI ke Wamena guna memberikan pelayanan kesehatan dari tenaga medis spesialis patah tulang, luka bakar, dan luka karena benda tumpul.

Duka di Wamena ini turut diberikan oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Jokowi, kerusuhan tersebut merupakan ulah dari kelompok kriminal bersenjata, bukan karena konflik antar-etnis. Lima tersangka pembunuhan dan kerusuhan juga diamankan aparat kepolisian.

“Jangan ada yang menggeser-geser menjadi seperti sebuah konflik etnis, itu bukan. Ini adalah kelompok kriminal bersenjata yang dari atas gunung turun ke bawah dan melakukan pembakaran rumah warga,” ungkapnya.

Diberitakan, kerusuhan di Wamena terjadi pada Senin, 23 September lalu pukul 09.00 WIT. Insiden berawal dari unjuk rasa sejumlah siswa di Kota Wamena yang bersifat anarkis hingga membakar rumah warga, kantor pemerintahan, dan lainnya.

Kerusuhan unjuk rasa diduga dipicuh perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswa di Wamena.

Dari berbagai sumber
Laporan: Riswan
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.