Bertambah, KPUD Kendari Siapkan 700 Undangan Untuk Debat II Pilwali

  • Bagikan
700 kursi yang disiapkan untuk undangan Debat II Pilwali Kota Kendari (Foto: Didul Interisti/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Kendari menambah slot undangan untuk Debat II Pilwali. Penambahan ini, disebabkan bertambahnya kuota yang diberikan untuk masing-masing pasangan calon. Selain itu, penyelenggara di tingkat PPK dan PPS juga diundang secara keseluruhan.

Anggota KPUD Kota Kendari, Ade Suerani, mengungkapkan di debat pertama pihaknya menyiapkan 400 slot undangan. Sementara untuk di debat kedua, pihaknya menyiapkan 700 slot undangan. 

“Kita siapkan begitu karena setiap paslon naik menjadi 100 dari sebelumnya hanya 60 undangan. Pegawai Sekretariat KPU, PPK, dan PPS juga kita undang semua sekitar 300 orang,” katanya, Selasa (31/01/2017) di sela-sela Gladi Debat II.

Selain itu, KPUD Kota Kendari, juga memberikan porsi 32 undangan untuk pemilih pemula dan 20 bagi pemilih difabel. Meski tak merinci, sejumlah ormas juga mendapatkan porsi undangan. 

“Enam belas KPU di Sultra juga dapat undangan. Termasuk Panwas Kota Kendari, Bawaslu Sultra, dan KPU Sultra. Begitu juga Muspida diundang,” jelasnya.

Menurut Ade, penambahan slot undangan ini sendiri, dikarenakan animo masing-masing tim pasangan calon untuk hadir. “Selain itu ruangan juga masih memungkinkan untuk menambah sebanyak itu,” ujarnya.

Untuk posisi tempat duduk sendiri, pihaknya telah mengatur sedemikian rupa. “Kita sudah petakan tempat duduk antar-pendukung, undangan VIP, dan undangan umum lainnya,” tandas Ade.

Baca:   Nahwa Umar Optimis Dapat Rp15,8 Miliar dari PBB Kota Kendari

Pilwali Kendari 2017, diikuti tiga pasangan calon. Nomor urut 1 Abdul Rasak-Haris Andi Surahman dengan partai pengusung Golkar dan Partai NasDem, nomor urut 2 Adriatman Dwi Putra-Sulkarnain dengan partai pengusung Gerindra, PKS, PKB, PBB, PKPI dan PAN dan nomor urut 3 Muh. Zayat Kaimoeddin-Suri Syahriah dengan partai pengusung PPP, Partai Demokrat, Hanura dan PDIP.

Laporan: Didul InteristI

  • Bagikan