Enam Jam Bertahan Ingin Bunuh Diri, Mirwan Pingsan Saat Dievakuasi

  • Bagikan
Detik-detik Mirwan dimasukan ke dalam mobil patroli kepolisian usai ievakuasi dari tower sutet di Kelurahan Kota bangun, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sultra, Kamis (22/2/2018) malam.

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Upaya tim Rescue Badan Pencarian dan Pertolongan SAR Kendari berhasil mengevakuasi percobaan bunuh diri pria 22 tahun di tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (Sutet) Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara pada Kamis (22/2/2018) malam.

Proses membujuk Mirwan, warga Kecamatan Landono yang awalnya identitasnya tersebar bernama Marwan ini, berlangsung selama enam jam mulai dari pukul 17.00 Wita sampai pukul 23.00 Wita.

(Baca: Niat Bunuh Diri Marwan Tak Surut Meski Istri Bilang Sayang)

Keberhasilan tindakan evakuasi tidak luput dari kerja sama pihak kepolisian yang ikut mengamankan sekitar lokasi kejadian. Pasalnya, upaya percobaan bunuh diri Mirwan, mengundang perhatian warga setempat yang memadati lokasi tersebut.

Kepala Seksi Ops Badan Pencarian dan Pertolongan SAR Kendari, Jandri mengatakan Mirwan pingsan saat dievakuasi dari atas tower menuju ke bawah. Belum diketahui pasti penyebab niat bunuh dirinya itu, namun nyawa pria tersebut berhasil diselamatkan dari aksi percobaan bunuh diri diatas ketinggian 40 meter tower sutet.

“Upaya evakuasi sempat mengalami kendala hingga berjam-jam, karena yang bersangkutan sempat melakukan perlawanan saat akan dievakuasi oleh tim kami. Namun setelah beberapa kali dibujuk yang juga dibantu oleh adiknya ikut memanjat tower itu, Mirwan akhirnya selamat,” ujar Jandri kepada SultraKini.Com, Kamis (22/2/2018).

Jandri mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperolehnya Mirwan nekad mencoba bunuh diri lantaran masalah rumah tangga dari hasil pernikahannya yang baru berusia tiga bulan. 

Baca:   5 Tempat Wisata Cukup Sulit Untuk Dikunjungi di Indonesia

“Menurut informasi yang saya tahu seperti demikian, masalah rumah tangga. Istri Mirwan sehari-hari bekerja di kantor kami, yaitu Basarnas Kendari. Namun seperti apa detail persoalannya kami belum tahu,” ungkapnya.

Informasi yang dihimpun SultraKini.Com, prahara masalah rumah tangga pasangan suami istri (Pasutri) itu, dipicu hadirnya orang ketiga. Tidak terima perselingkuhan sang suami, istri Mirwan lantas meminta cerai dan hitungan bulan telah pisah ranjang. 

Mirwan yang tidak menerima keputusan sang istri meminta untuk rujuk kembali, namun permintaanya itu ditolak oleh sang istri. Akhirnya dia kecewa dan mengancam akan mengakhiri hidupnya jika istrinya memenuhi niat rujuknya itu.

Laporan: Wayan Sukanta

  • Bagikan