SULTRAKINI.COM: KENDARI - Akun facebook Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Kendari, Amir Hasan diduga mengunggah gambar bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tenggara, Asrun-Hugua.
Akun Facebook Kasatpol PP Kendari Unggah Gambar Asrun-Hugua, Bawaslu Sultra: Panwaslu Akan Tindaki
Unggahan akun Amir Amirhasan yang sudah tidak tampak di linimasa.Foto: Didul/SULTRAKINI.COM

"Insya Allah dengan izin Allah SWT pasangan SAH akan menang besar dalam pilkada gubernur Sultra 2018 dengan partai pendukung yang besar dan solid amiiin yra," tulis akun bernama Amir Amirhasan yang diambil SultraKini.Com di salah satu grup Facebook, Minggu (3/12/2017) siang.

Penelusuran SultraKini.Com, Minggu (3/12/2017) siang terhadap akun tersebut, postingan yang menampilkan banner bergambar Asrun -Hugua dengan tujuh partai politik pendukung maupun pengusung serta bertuliskan 'BERSAMA KITA MEMBANGUN SULTRA' tak lagi terlihat di linimasa akun tersebut.

Hanya tersisa unggahan lain dari akun tersebut pada 29 November 2017 pukul 09.19 pagi yang menampilkan foto Asrun bersama Jakub Silondae disertai tulisan yang menerangkan status keduanya sebagai calon gubernur dan mantan wakil gubernur Sulawesi Tenggara.

Unggahan akun Amir Hasan di linimassa pada 29 November 2017.Foto: Didul/SULTRAKINI.COM

Selain itu, kebanyakan di statusnya merupakan unggahan akun orang lain yang ikut menandai akun Amir Amirhasan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bawaslu Sulawesi Tenggara, Hamiruddin Udu kepada SultraKini.Com, Minggu (3/12/2017) siang, mengatakan akan menindaklanjuti temuan tersebut dengan menginstruksikan pihak Panwaslu Kota Kendari.

"Untuk saat ini, Panwas menggunakan UU ASN No 5 tahun 2014. PNS harus netral, tidak boleh berpihak baik sebelum, selama, dan sesudah kampanye. Saya sudah sampaikan kepada Panwas Kota Kendari untuk ditindaklanjuti," jelasnya melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu, Komisioner Panwaslu Kota Kendari, La Ode Hermanto menegaskan pihaknya akan memproses terkait temuan tersebut. Jika terbukti pihaknya akan memproses dan melimpahkannya ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

"Intinya jika ada PNS yang coba-coba menjadi tim, jurkam, dan apalah sebutan lain yang bertujuan untuk memenangkan calon tertentu, ketika terbukti kuat itu akan diproses dan selanjutnya akan dilimpahkan ke KASN untuk memberikan sangsi kepada oknum tersebut. Insya Allah ini akan kita proses," tandasnya.


Laporan: Didul Interisti

IKLAN KPU IKLAN LION

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations